Seiring berjalannya waktu, IMCOLaw membangun pemahaman yang semakin mendalam mengenai model bisnis, karakter pengambilan keputusan, profil risiko, serta tujuan strategis klien. Pemahaman tersebut memungkinkan mereka memberikan nasihat hukum yang semakin relevan antisipatif, dan selaras dengan pertumbuhan bisnis klien. Namun, fondasi di baliknya tetap soal manusia. Proses rekrutmen yang selektif, misalnya, memastikan setiap lawyer punya kompetensi teknis dan integritas yang memadai. Sementara itu, tim yang terbentuk dijaga tetap adaptif terhadap perubahan regulasi dan praktik industri.
Perihal regenerasi, Imran menaruh perhatian besar pada lawyer junior yang diberi kesempatan berkomunikasi langsung dengan klien di bawah pengawasan senior, dipadukan dengan diskusi internal rutin membahas isu hukum terkini. Program semacam ini memang tidak menghasilkan hasil instan. Efeknya baru terasa bertahun-tahun kemudian, saat lawyer junior tadi sudah memegang mandat lebih besar.
Inisiatif Inovasi
Bicara soal inovasi, Imran menyebutkan dua inisiatif yang dilatarbelakangi kesenjangan pemahaman regulasi pasar modal. Pertama, Public Company Compliance Webinar yang menyasar perusahaan terbuka dan calon emiten dengan materi keterbukaan informasi dan tata kelola. Bagaimanapun, sebuah kantor hukum harus dapat menciptakan nilai yang lebih luas, salah satunya lewat peningkatan kesiapan dalam menghadapi perubahan regulasi dan kebutuhan bisnis. Inisiatif kedua, yaitu penyelenggaraan IPO Workshop bersama organisasi mahasiswa dari sejumlah universitas, guna memberikan pemahaman soal legal due diligence dan peran profesi penunjang pasar modal lewat studi kasus.
Dalam konteks hukum, inovasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tapi kombinasi antara teknologi, komunikasi dengan klien, dan pengembangan model bisnis. Ketiganya menuntut kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan industri. Di IMCOLaw, teknologi dipakai untuk mempercepat legal research dan analisis awal dokumen. Namun, keputusan profesional tetap ada di tangan lawyer.
Selain itu, dari sisi model layanan, IMCOLaw menerapkan pendekatan yang dinamis dengan memahami bahwa transaksi modern sering kali memiliki kompleksitas lintas bidang. Jika diperlukan, IMCOLaw dapat mengintegrasikan perspektif profesional lain yang relevan, seperti konsultan pajak atau profesional lainnya, untuk mendukung suatu transaksi, dengan tetap menempatkan IMCOLaw sebagai penasihat hukum yang mengarahkan aspek legal dari keseluruhan proses.
Setidaknya, ada dua tantangan yang kini harus dihadapi kantor hukum nonlitigasi: kondisi ekonomi yang membuat sebagian klien lebih mempertimbangkan efisiensi biaya dan kemunculan alat berbasis akal imitasi. Bagi kantor hukum di Indonesia, khususnya yang berskala midsize, dua tantangan ini cukup menggerus margin sekaligus relevansi dalam waktu bersamaan.
Namun, alih-alih menolaknya, IMCOLaw justru meresponsnya dengan menempatkan teknologi sebagai alat pendukung. Di bawah pengawasan ketat partner, para lawyer di IMCOLaw didorong untuk memakai AI pada tahap riset awal dan pengelolaan informasi transaksi. IMCOLaw juga memastikan para lawyer terus mengikuti perkembangan regulasi dan dinamika pasar agar mampu memahami konteks bisnis di balik setiap transaksi.
















