Pengalaman berkarier selama lebih dari dua dekade mengajarkan Imelda Mulyani Harsono, Executive Director PT Samator Indo Gas Tbk, bahwa setiap peran mesti dijalankan dengan mengoptimalkan 100% kemampuan diri. Ketika fokus terpecah, semisal membagi separuh antara menjadi pimpinan perusahaan sekaligus berperan sebagai ibu, maka justru performa diri menjadi tidak optimal di kedua peran tersebut.
Keberhasilan Imelda yang saat ini menjabat sejumlah posisi penting di Samator Group dan sebagai seorang ibu dari putra dan putri kembarnya ia akui tak terlepas dari dukungan orang-orang di sekelilingnya. Selain suami yang suportif terhadap karier Imelda, ia bersyukur dapat tinggal berdekatan dengan orang tua yang turut mengawal tumbuh kembang cucunya.
Imelda mengakui bahwa masih ada perempuan yang belum dapat mengoptimalkan keterampilannya mengaktualisasikan diri karena adanya barrier, termasuk dari lingkungan terdekat. Oleh karenanya, ia amat mengapresiasi suaminya yang senantiasa memberi dukungan sehingga aktivitas Imelda di perusahaan tidak terhambat, melainkan semakin berkembang.
Pemegang gelar Master of Commercial Law dari University of Edinburgh ini membagikan kepada Hukumonline, ia menghabiskan waktu dua bulan saja untuk cuti melahirkan. Satu bulan untuk masing-masing anak kembarnya dirasa cukup untuk melakukan penyesuaian diri menjalani peran ibu.
Sebagai orang tua dari generasi yang lahir pada era digital, Imelda menerapkan batasan yang cukup ketat kepada dua anak kembarnya yang saat ini berusia 8 tahun. Menyadari bahwa konten-konten di internet tidak sepenuhnya layak dikonsumsi anak, saat ini Imelda belum membolehkan mereka mengakses gawai untuk menyimak konten di platform berbagi video dan sebagainya.
Anak laki-laki Imelda cenderung introver dan gemar membaca buku maupun larut dalam kegiatan akademis lainnya. Karakteristik berbeda ditampakkan oleh anak perempuannya yang lebih aktif secara eksternal.
Imelda bertekad untuk mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang maju dan berani memiliki impian besar. Untuk itu, ia sudah membiasakan dialog yang melatih daya berpikir kritis anak dengan menjawab pertanyaan mereka apa adanya.

Menurut Imelda, memosisikan anak-anaknya selayaknya orang dewasa dalam diskusi yang jujur terbukti membuat mereka merasa lebih dihargai dan didengarkan. Ia juga dengan ketat memantau kedisiplinan anak, mengirim mereka ke sekolah yang baik agar karakter dapat terbentuk sejak dini. Untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan membuat anak mengenal potensi diri mereka, Imelda mengikutkan anak-anaknya ke berbagai ajang kompetisi.
Kontras dengan pembatasan penggunaan teknologi untuk anak-anak di rumah, Imelda aktif memimpin berbagai inisiatif terkait teknologi di perusahaannya. Mulai dari berbagai aktivitas yang paperless, hingga penggunaan digital telemetry untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. Inisiatif di bidang teknologi juga sangat terasa dampaknya saat terjadi pandemi COVID-19.
Imelda mengenang kala krisis terjadi, teknologi dan sistem yang digunakan oleh perusahaannya terbukti solutif dan pemerintah bahkan belajar dari best practice di Samator Group.
Selain aspek teknologi, Imelda memberi perhatian tinggi terhadap kesejahteraan pekerja perempuan di perusahaan, terlebih yang sudah menjadi sosok ibu. Tersedia dukungan dalam bentuk fasilitas seperti daycare serta asuransi kesehatan untuk karyawan beserta keluarganya di Samator Group. Ia memandang krusialnya kesehatan sebagai faktor yang sangat berpengaruh bagi kesejahteraan hidup.
Merefleksikan momentum Hari Ibu, Imelda menilai ada tantangan yang perlu dihadapi agar para perempuan maupun ibu dapat memajukan dirinya. Faktor penghambat kemajuan seperti tradisi dan budaya yang menekan berkembangnya potensi perempuan harus dihadapi bersama. Perlu ada upaya bersama untuk memutus lingkaran setan yang seolah memotong sayap para perempuan hebat yang hendak terbang lebih tinggi.
Imelda berpesan kepada para perempuan, khususnya ibu yang bekerja, untuk selalu bersemangat dan fokus mengembangkan diri tanpa terpengaruh kata-kata orang lain yang tidak suportif.
Sejalan dengan itu, peran sebagai ibu bagi anak-anak pun perlu dijalankan dengan memberikan yang terbaik, agar mereka menjadi pribadi yang berkarakter tangguh. Dengan memberikan yang terbaik pada setiap peran kita, hidup akan lebih mudah dijalani tanpa ada penyesalan.
















