IMI dan Pengelola Tanjung Lesung Siap Teken Kerja Sama Pengembangan Tanjung Lesung Sebagai Pusat Pariwisata Olahraga Automotif
Pojok MPR-RI

IMI dan Pengelola Tanjung Lesung Siap Teken Kerja Sama Pengembangan Tanjung Lesung Sebagai Pusat Pariwisata Olahraga Automotif

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Direksi KEK Tanjung Lesung berencana membuat kesepakatan kerja sama B2B antara pengelola Tanjung Lesung dengan IMI.

Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 2 Menit
Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo. Foto: istimewa.
Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo. Foto: istimewa.

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Direksi KEK Tanjung Lesung berencana membuat kesepakatan kerja sama B2B antara pengelola Tanjung Lesung dengan IMI. Terkait pengembangan 85 hektar kawasan KEK Pariwisata Tanjung Lesung sebagai kawasan tujuan wisata dan sport tourism multi function. Dari mulai sport otomotif, water sport dan aero sport. 


"Pada prinsipnya, IMI siap bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta mana pun. Termasuk dengan pengelola KEK Tanjung Lesung dalam meningkatkan euforia sport tourism. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperluas lapangan pekerjaan," ujar Bamsoet usai menerima Direksi Tanjung Lesung, di Jakarta, Kamis (3/6).

 
Hadir Komisaris dan Direksi Banten West Java, antara lain Setiawan Mardjuki, Basuri T. Purnama, Poernomo, Danar Wijanarko. Hadir pula pengurus IMI, antara lain Tinton Soeprapto Robert Batubara, Dwie Aroem Hadiatie, serta Anando Eko. 


Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, kerja sama tersebut juga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Banten, yang akibat pandemi Covid-19 menyebabkan terhentinya aktivitas pariwisata, turut menyebabkan penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banten. Dari tahun-tahun sebelumnya bisa menembus Rp8 triliun, menjadi hanya Rp7,88 triliun pada tahun 2020. 


Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini meyakini industri olahraga akan semakin memperoleh tempat dalam percaturan ekonomi global dan nasional. Merujuk pada perekonomian global, kontribusi industri olahraga terhadap GDP dunia ternyata sangat signifikan. 


"Pada tahun 2019 industri olahraga menghasilkan USD 700 miliar dalam bentuk sportswear dan apparel serta equipment, dan menjadi salah satu penyumbang penting terhadap GDP dunia. Namun, harus diakui kontribusi tersebut masih terkonsentrasi lebih banyak diberikan oleh negara-negara maju. Karenanya Indonesia tidak boleh tertinggal," pungkas Bamsoet.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info