Alhasil, masing-masing Biro dan Pusat di Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM mulai melakukan "patgulipat" pengumpulan dana yang berasal dari kegiatan-kegiatan pengadaan barang/jasa yang diperoleh antara lain dengan cara membuat pertanggungjawaban fiktif atas kegiatan pengadaan dan melakukan pemotongan atas pencairan dana yang diajukan rekanan.
Adapun permintaan uang dari Jero dalam rentang waktu 2011-2013. Pertama, permintaan uang sejumlah Rp760 juta. Kedua, permintaan Rp2 miliar untuk kebutuhan mendadak. Ketiga, permintaan Rp2,6 miliar. Dimana, uang secara bertahap diterima Jero dari Waryono melalui beberapa pihak, salah satunya I Ketut Wiryadinata
Keempat, permintaan pembayaran biaya acara-acara Jero, seperti ulang tahun istrinya, Triesna Wacik dan peluncuran buku sejumlah Rp1,991 miliar. Kelima, permintaan uang untuk biaya pencitraan Jero di media cetak Indopos sebesar Rp2,5 miliar. Keenam, permintaan uang sejumlah Rp610 juta untuk membantu operasinal Stafsus Presiden, Daniel Sparringa.
















