Kewenangan pengujian undang-undang terhadap konstitusi (judicial review) yang dimiliki oleh Mahkamah Konstitusi (MK) selalu dijalankan di antara dua kecenderungan: judicial activism atau judicial restraint. Belum ada padanan istilah yang konsisten untuk menyebut dua konsep ini dalam bahasa Indonesia. Berbagai penelitian yang ada menunjukkan penting memahami keduanya untuk memprediksi putusan MK dalam berbagai perkara judicial review yang diajukan.
Laporan para peneliti hukum—Geofani Milthree Saragih, Mirza Nasution, dan Eka NAM Sihombing— Universitas Sumatera Utara berjudul Judicial Review by the Constitutional Court: Judicial Activism vs. Judicial Restraint in the Perspective of Judicial Freedom memberikan penjelasan apa yang dimaksud judicial activism dan judicial restraint. “Judicial activism tampak dalam putusan di mana MK mengambil peran aktif dalam menafsirkan konstitusi secara progresif, bahkan melampaui teks undang-undang,” kata Saragih, Nasution, dan Sihombing dalam laporan mereka. Di sisi lain, mereka melanjutkan bahwa, “Sebaliknya, judicial restraint terlihat dalam putusan di mana MK lebih berhati-hati dengan menahan diri dari intervensi berlebihan terhadap kebijakan legislatif, menghormati kewenangan pembentuk undang-undang”.
Pan Mohamad Faiz, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol dan peneliti senior Mahkamah Konstitusi dalam laporan risetnya berjudul Dimensions of Judicial Activism In The Constitutional Court Decisions menguraikan lebih jauh konsep judicial activism. Penelusuran Faiz sampai pada fakta bahwa istilah judicial activism pertama kali diperkenalkan oleh Arthur Schlesinger pada Januari 1947 dalam majalah Fortune. Ia merujuk Black’s Law Dictionary (2004) untuk mengutip definisinya yaitu A philosophy of judicial decision-making whereby judges allow their personal views about public policy, among other factors, to guide their decisions, usu. with the suggestion that adherents of this philosophy tend to find constitutional violations and are willing to ignore precedent.
...istilah judicial activism pertama kali diperkenalkan oleh Arthur Schlesinger pada Januari 1947 dalam majalah Fortune

























