Kemudian, Achmad Yakub mengingatkan pengalaman Indonesia yang pernah mendorong kerjasama budaya, ekonomi, politik, pembangunan sesuai semangat Konferensi Asia Afrika 1955. Hal ini ia sampaikan karena melihat kondisi saat ini, di mana antar negara saling bersaing dan kanibal secara ekonomi politik.
“Puluhan tahun perundingan di WTO yang tidak produktif, sudah selayaknya pemerintah Indonesia mendorong kerjasama alternatif yang berkeadilan sosial di KTM WTO 11 Desember nanti,” pungkas Ahmad Yakub.
















