Dalam waktu sehari, luas lahan yang terbakar meningkat tajam, dari 546 hektar menjadi sekitar 1.000 hektar. Situasi ini mendapat perhatian khusus karena berpotensi mengganggu upaya pengendalian polusi udara serta pencapaian target nasional penurunan emisi karbon.
“(Kementerian) Lingkungan Hidup sangat concern dengan masalah ini karena terkait dengan pencemaran udara dari asapnya, dan juga menghambat komitmen Indonesia terhadap dunia internasional terkait penurunan emisi gas rumah kaca CO2,” ujar Diaz sebagaimana dikutip laman kementerian kehutanan.
Selain itu Diaz menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mencegah meluasnya kebakaran.
“Kebakaran lahan seperti ini kalau tidak ditangani dengan baik dampaknya bisa ke mana-mana, dari segi kesehatan masyarakat karena polusi udara, serta dari segi politik kalau asapnya sampai ke negara tetangga,” tegasnya.
















