Kenali Pejuang Kemerdekaan Berlatar Belakang Hukum
Utama

Kenali Pejuang Kemerdekaan Berlatar Belakang Hukum

Latar belakang para pejuang kemerdekaan Indonesia beragam. Termasuk latar pendidikan yang mereka tempuh. Tak terkecuali anggota BPUPKI yang berlatar belakang pendidikan hukum.

Muhammad Yasin
Bacaan 2 Menit

 

Mr. Raden Soewandi

Soewandi lulus dari Rechtshogeschool tahun 1938. Pria kelahiran Ngawi 31 Oktober 1898 ini  juga berlatar belakang pendidikan notaris. Sebagian besar karirnya dihabiskan bekerja sebagai pegawai pemerintah, termasuk mengurusi radio dan film. Ia menjadi Ketua Perkumpulan Akademisi Indonesia, pengurus Boedi Oetomo, dan pengurus Parindra Jakarta. Soewandi pernah menjadi Menteri Kehakiman pada masa Kabinet Sjahrir I dan Sjahrir II; dan Menteri Pengajaran pada Kabinet Sjahrir III.

 

Mr. Raden Sastromoeljono

Sastromoeljono pernah menjadi hakim Kooto Hooin (Pengadilan Tinggi kelanjutan dari Raad van Justitie) dan Tihoo Hooin (pengadilan negeri, lanjutan dari Landraad) Jakarta dan Tangerang. Pria kelahiran Kudus, 16 Oktober 1898 ini adalah lulusan bagian hukum Universitas Leiden (1922).

 

Sastromoeljono pernah tercatat sebagai pengurus Boedi Oeomo, Perhimpoenan Indonesia, perkumpulan advokat Semarang. Sebelum terpilih sebagai anggota BPUPKI, Sastromoeljono mengabdikan diri sebagai pegawai pengadilan di Pekalongan, Jakarta, dan kemudian Raad van Justitie di Semarang.

 

Mr. Johannes Latuharhary

Namanya diabadikan sebagai nama jalan di depan kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta. Ia adalah Gubernur Maluku yang pertama. Lahir di Saparua Ambon 6 Juli 1900, Latuharhary lulus dari Universitas Leiden (1927). Setelah lulus, ia menjadi pegawai pada pengadilan di Surabaya, Krakasan. Pernah menjadi pengurus Sarikat Ambon, Parindra cabang Malang.

 

(Baca juga: Jalan Mr Latuharhary, Mengenang Tokoh Hukum dari Saparua)

 

Ny. Mr. Raden Ayu Maria Ulfah Santoso

Maria Ulfah lahir di Semarang, 18 Agustus 1911. Anggota BPUPKI ini memperoleh gelar Meester in de Rechten dari Universitas Leiden pada tahun 1933. Setelah pulang dari Leiden, Maria Ulfah sempat bekerja di bagian hukum pemerintahan Jakarta; ikut Kongres Perempuan Indonesia; kemudian bagian pemeriksaan film. Setelah Indonesia merdeka, Maria Ulfah perman menjadi Menteri Sosial, pegawai Sekretaris Negara, dan anggota Dewan Pertimbangan Agung (1968-1973). Dalam perjalanan karirnya, Maria aktif dalam bidang perempuan dan anak-anak.

 

Raden Soekardjo Wirjopranoto

Tokoh kemerdekaan kelahiran Kasugihan Cilacap 5 Juni 1903 ini pernah menjadi juru bicara negara dan anggota BPUPKI. Aktif di Boedi Oetomo saat masa perjuangan kemerdekaan, Wirjopranoto memperoleh diploma dari Rechsschool (1923) dan pendidikan procureur di Raad van Justitie Surabaya (1930). Ia bekerja sebagai pegawai pengadilan, dan bidang jurnalistik (pemimpin surat kabar Asia Raya).

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info