Setiap perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan jasa dan atau barang baik nasional maupun multinasional dalam menjalankan manajemen operasionalnya sehari-hari yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, membutuhkan suatu peraturan perusahaan yang berlaku dan dipatuhi oleh seluruh karyawan.
Terkait hal itu, PT Pertamina Geothermal Energy merupakan anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak di bidang pemanfaatan energy panas bumi memanfaatkan regulatory compliance system atau RCS dalam pemantauan kepatuhan suatu perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta komprehensif.
Dalam kesempatan diskusi yang diadakan Hukumonline pada Selasa (12/7), Indra Tripiadi selaku Senior Office Compliance PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menyampaikan keunggulan RCS pasca PT Pertamina Geothermal Energy menggunakannya.
Baca Juga:
- Regulatory Compliance System Permudah Tata Kelola Regulasi Perusahaan
- CTO Hukumonline: Pengolahan dan Analisis Data Hukum Penting untuk Pemulihan Ekonomi
“Sebelum PGE memanfaatkan RCS, pada waktu itu fungsi legal dan compliance melakukan mapping hampir 200 regulasi di level UU dan Peraturan Pemerintah, setelah bekerjasama ternyata Hukumonline memiliki database yang lebih lengkap hingga ribuan yang berupa kewajiban yang harus dilakukan oleh perusahaan,” jelasnya.
Ia melanjutkan, era digitalisasi dan perkembangan industri 5.0 mengalami perubahan pola bisnis, pola pekerjaan, hingga pola kehidupan yang menjadikan sesuatu lebih mudah di akses dan lebih sederhana.
“Perubahan-perubahan ini membawa kita ke era disrupsi, bahkan perusahaan seringkali belum menyadari telah ada inovasi yang berkembang sehingga akhirnya diketahui tidak cocok lagi dengan tatanan sistem lama di perusahaan.” Katanya.
Indra mengatakan, pada saat pemberlakuan UU Cipta Kerja beberapa waktu yang lalu, ada sekitar 82 UU yang diubah beserta turunannya, dan hal ini menjadi tantangan besar bagi perusahaan untuk melakukan identifikasi dalam memberlakukan aturan mana yang harus dipatuhi oleh perusahaan.
Selanjutnya, peraturan itu harus dianalisa satu persatu, serta apa implikasinya bagi perusahaan. Adakah kewajiban atau larangan yang harus dipenuhi, sehingga perusahaan dapat terhindar dari pelanggaran hukum.
“Untuk menghindar dari pelanggaran hukum, perusahaan harus berkoordinasi aktif secara internal kepada perusahaan di level nasional maupun perusahaan Pertamina yang ada di daerah. Hal ini harus dilakukan melalui stakeholder terkait agar informasi dan peraturan yang harus dipenuhi dapat dipahami,” ucapnya.
Selain adanya komunikasi yang jelas di lingkup internal perusahaan, Indra mengatakan perlu adanya kerjasama dengan konsultan hukum, mencari tahu serta menganalisis daftar peraturan yang telah berubah.
“Kita bekerjasama dengan konsultan yang kompeten untuk memberikan informasi terkait perundang-undangan yang menyinggung soal bisnis, dan kita juga menggunakan RCS untuk membantu perusahaan memenuhi kewajiban terhadap regulasi,” ucapnya.
Pertamina Geothermal Energy menggunakan RCS untuk memenuhi compliance, dan sejauh ini Pertamina Geothermal Energy memanfaatkan RCS untuk mengetahui kewajiban dan pemenuhan yang langsung diarahkan kepada penanggung jawab masing-masing departemen terkait.
Setelah pemanfaatan dan kewajiban dipenuhi, perusahaan dapat melihat persentase pemenuhan dari peraturan perundang-undangan yang dapat disediakan ketika waktu audit perusahaan tiba.
“Fungsi RCS memudahkan dalam audit perusahaan, setiap perubahan akan langsung ternotifikasi ke penanggung jawab personil sehingga tidak ada lagi excuse dalam tidak terpenuhinya kewajiban,” lanjutnya.
Penggunaan RCS bagi perusahaan yang mapan dinilai penting, lantaran suatu departemen perusahaan bisa melakukan identifikasi peraturan baru terkait proses prinsip usaha untuk menghindari implikasi hukum atau tuntutan hukum apabila terjadi pelanggaran hukum.
Sementara itu, Abdul Razak Chaidir selaku AVP Enterprise Solution Hukumonline menggemukan akan terus melakukan inovasi RCS dan selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kita memadukan antara hukum dan teknologi untuk memastikan produk di Hukumonline selalu beradaptasi. Kita terus memperkuat di sisi sumber daya manusia serta sisi teknologi dan hukumnya. Hal ini diharapkan RCS akan terus memberi kontribusi besar baik ke perusahaan maupun ke masyarakat umum,” katanya.
















