Kiat Riset Hukum Ala Corporate Lawyer
Terbaru

Kiat Riset Hukum Ala Corporate Lawyer

Penting memastikan kembali keselarasan antara aturan yang berlaku (normatif) dengan praktik yang terjadi. Selain itu, benar-benar memahami pertanyaan yang diajukan oleh klien.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 3 Menit
Partner SSEK Law Firm Stephen Igor Warokka saat menyampaikan materi dalam Pelatihan Hukumonline 2023 bertajuk 'Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum'  Rabu (12/7/2023). Foto: RES
Partner SSEK Law Firm Stephen Igor Warokka saat menyampaikan materi dalam Pelatihan Hukumonline 2023 bertajuk 'Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum' Rabu (12/7/2023). Foto: RES

Hukumonline menggelar Pelatihan bertajuk “Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum” dengan menghadirkan narasumber praktisi hukum terbaik, Dalam rangka mengasah keterampilan, menjelajahi peluang karier, dan siap terjun di dunia hukum, terdapat sejumlah topik bahasan. Diantaranya mengenai Metode Riset, Penyusunan Legal Opinion, dan Pemahaman mengenai Legal Due Diligence (LDD).

“Kalau kita mau ambil teorinya, definisi riset itu adalah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum,” ujar Partner SSEK Law Firm Stephen Igor Warokka, Rabu (12/7/2023).

Baca Juga:

Dalam pemaparannya, ia menyampaikan kiat-kiat penting melakukan riset ketika bekerja di corporate law firm yang akan banyak berhadapan dengan ragam transaksi. Sehubungan dengan itu, penting untuk membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam melakukan berbagai penulisan dalam riset hukum. Sebab, di kalangan lawyer Indonesia, masih sering tertukar antara kata baku dengan tidak baku.

Hukumonline.com

Partner SSEK Law Firm Stephen Igor Warokka menyampaikan materi di hadapan peserta bimbingan kerja.  

Oleh karena itu, tata bahasa dan pemilihan kata menjadi aspek yang perlu diperhatikan seksama dalam riset sekalipun.

Research is an art, not a science, because anyone who knows what they're doing can find the crumbs, the wheres, whats, and whos. The art is in the whys, the ability to read between the crumbs, not to mix metaphors,” kata Stephen Igor Warokka mengutip perkataan Daryl Zero.

Ketika melakukan riset yang berhadapan dengan peraturan, Igor menyampaikan berbeda dengan zaman dahulu sebelum teknologi berkembang sedemikian rupa yang kini peraturan dapat mudah diakses. Melalui Hukumonline bahkan telah menyediakan sistem konsolidasi dari peraturan perundang-undangan.

Tags:

Berita Terkait