Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera bekerja sama dengan University of Washington Asian Law Center mengenai kursus singkat tentang penelitian hukum dan sistem hukum Amerika Serikat yang digelar, 19-21 dan 25-28 Agustus 2025. Acara berlangsung di kampus STH Indonesia Jentera, Jakarta.
Program ini menghadirkan para profesor hukum dari Amerika Serikat yang memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai sistem hukum Amerika. Kemudian penyusunan kontrak, hingga mekanisme penyelesaian sengketa.
Associate Dean for Research and Faculty Development sekaligus Co-Director Legal Analysis, Research and Writing School of Law University of Washington, Prof Mireille Butler, menegaskan soal kontrak yang tidak jelas dapat menimbulkan risiko besar.
Diskusi mengenai praktik penyusunan kontrak menekankan pentingnya kejelasan bahasa hukum dan detail teknis dalam setiap klausul perjanjian. Beberapa poin utama yang disoroti antara lain durasi kontrak, kewajiban para pihak, mekanisme penyelesaian sengketa, hingga pilihan hukum yang digunakan.
“Lebih penting lagi bagi sebuah kontrak untuk sangat spesifik dan tepat, karena jika tidak, Anda akan bermasalah,” ujarnya.
Baca juga:
- Hukumonline dan Justitia Training Center Gelar Pelatihan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa
- Kampanyekan Peningkatan Akses Keadilan, FH UNEJ Bakal Gelar Kursus Internasional
- Hukumonline Selenggarakan Pelatihan Pendidikan dan Sertifikasi Auditor Hukum Angkatan Ke-3
Ia mencontohkan kasus di Amerika Serikat yang berujung pada ganti rugi jutaan dolar hanya karena persoalan tanda baca. Tanda baca yang salah akan menimbulkan ambiguitas yang bisa berakibat fatal.
















