Salah seorang lawyer Singapura, Stefanie Yuen Thio memberikan komentarnya atas tindakan tersebut. Menurutnya pernyataan dari seorang pengurus asosiasi hukum, sebuah organisasi yang seharusnya menjadi tumpuan masyarakat dalam mencari keadilan tidak pantas berlaku demikian.
Chia Boon Teck menyatakan korban seharusnya ‘sudah menduga’ kejadian tersebut. Sebab korban menggunakan Tinder untuk bertemu dengan pemerkosanya. Nah di unggahannya, Chia mengatakan ‘Tinder bukanlah LinkedIn’.
Ia mengesankan korban menyetujuinya. Mengacu pada fakta pelaku dituduh melakukan dua tindak pemerkosaan, satu serangan seksual dengan penetrasi, dan satu pelecehan kesopanan.
"Wow. Apakah ia terjaga selama maraton ini?,” komentar Chia.
Stefanie menyayangkan tulisan Chia yang mengejutkan yaitu, dia menulis: "…30 tahun... aktris dan model... jadi bukan gadis muda yang sebenarnya.".
Stefanie mempertanyakan maksud komentar tersebut, bahwa korban ‘membawa ini pada dirinya sendiri?’. Bahwa usianya atau profesinya membuatnya lebih mungkin ‘siap’ untuk ini?. Pernyataan semacam ini tidak hanya melecehkan korban, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip pemeriksaan silang yang adil sebagaimana ditegaskan pengadilan.
“Saya benar-benar terkejut melihat sikap seperti ini dari seseorang yang memegang posisi kepemimpinan dalam komunitas hukum. Saya menantangnya untuk memberikan penjelasan kepada para pengacara—baik pria maupun wanita. Jika tidak ada klarifikasi yang memadai, ia seharusnya mengundurkan diri dari The Law Society of Singapore,” tulis Stefanie seperti dikutip pada laman LinkedIn-nya.
The Law Society of Singapore merupakan sebuah perhimpunan bagi seluruh lawyer Singapura. Organisasi profesi ini terbentuk berlandaskan UU Profesi Hukum di tahun 1967. Sebagai informasi, setiap lawyer Singapura yang memegang sertifikat praktik secara otomatis merupakan anggota The Law Society of Singapore.
Organisasi profesi ini mempunyai misi dalam memberikan pelayanan terhadap para anggota dan masyarakat dengan menjaga independensi lembaga yang menjunjung tinggi supremasi hukum dengan tetap menjamin akses terhadap keadilan.
Lebih lanjut dalam situs resmi mereka, terdapat The Council of the Law Society yang berisikan 6 anggota hukum dan anggota terpilih untuk mengelola segala urusan dari The Law Society of Singapore. Termasuk memastikan pelaksanaan fungsi berjalan baik sesuai amanat UU Profesi Hukum.
















