Kuliah Hukum Tak Berujung di Ruang Sidang, Karier Korporasi Terbuka Lebar
Terbaru

Kuliah Hukum Tak Berujung di Ruang Sidang, Karier Korporasi Terbuka Lebar

Marina Eka Amalia membagikan pengalaman dan ragam peluang karier bagi lulusan hukum di dunia korporasi, mulai dari legal, corporate secretary, hingga finance.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit
Finance, Legal & Sustainability Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Marina Eka Amalia, dalam Guest Lecturer FHUI, Jumat (28/8/2026). Fotografer/Hilman Fathurrahman Wicaksana
Finance, Legal & Sustainability Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Marina Eka Amalia, dalam Guest Lecturer FHUI, Jumat (28/8/2026). Fotografer/Hilman Fathurrahman Wicaksana

Karier di bidang hukum tak lagi terbatas pada advokat, hakim, atau jaksa. Perkembangan dunia usaha membuka peluang lebih luas bagi lulusan hukum di sektor korporasi, sebagai in-house counsel maupun di bidang tata kelola, kepatuhan, hubungan regulator, dan manajemen perusahaan.

Finance, Legal & Sustainability Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Marina Eka Amalia, memaparkan berbagai peluang karier bagi lulusan hukum di dunia korporasi. Lulusan hukum tak hanya dapat menjadi praktisi hukum, tetapi juga berkarier di berbagai fungsi perusahaan.

Sebagai perusahaan terbuka, Prodia membutuhkan fungsi hukum yang kuat untuk memastikan kepatuhan terhadap berbagai regulasi. Termasuk ketentuan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Perusahaan kalau sudah jadi perusahaan terbuka itu berarti compliance-nya harus tinggi sekali. Karena kalau tidak, nanti ditegur sama OJK atau IDX,” jelas Marina dalam Guest Lecturer FHUI, Jumat (28/8/2026).

Baca juga:

Hukumonline.com

Marina saat memaparkan materi di stage. Fotografer/Hilman Fathurrahman Wicaksana

Marina menjelaskan, fungsi hukum di perusahaan seperti Prodia tak hanya menangani sengketa yang sudah terjadi. Sejak awal, fungsi ini terlibat dalam aktivitas bisnis, mulai dari contract drafting, kepatuhan, hingga perizinan.

Dengan outlet yang tersebar di berbagai daerah dan status sebagai perusahaan terbuka, Prodia harus memastikan seluruh kegiatan bisnis sesuai regulasi. Fungsi hukum juga berperan dalam negosiasi, mediasi, dan litigasi. Artinya, keberadaan fungsi hukum bukan berarti perusahaan bebas dari perkara, tapi memastikan risiko hukum dapat dikelola sejak awal.

“Kalau ada yang sangat ingin jadi pengacara, boleh jadi in house lawyer. In house lawyer itu di korporasi. Jadi kalian punya license advokat, tapi beracara atas nama perusahaan,” katanya.

Menurut Marina, fungsi hukum juga berperan dalam corporate governance dan governance relations. Perkembangan regulasi, termasuk UU No. 27 Tahun 2022tentang Perlindungan Data Pribadi, turut memperluas ruang lingkup pekerjaan legal. Hal ini penting bagi Prodia yang mengelola data pasien dan pelanggan.

“Orang hukum itu bukan berarti tidak dibutuhkan walaupun di perusahaan yang rasanya laboratorium. Di balik itu banyak sekali hal yang berkaitan dengan hukum yang bisa kita elaborasi,” katanya.

Marina mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah berkata, “tidak bisa” atau “bukan jobdesk saya” ketika mendapat tanggung jawab baru. Kepercayaan dari manajemen, menurutnya, perlu diimbangi dengan keyakinan terhadap kemampuan diri.  Kemampuan akan berkembang seiring perjalanan karier.

Karena itu, ia mengingatkan agar tidak buru-buru menghitung beban dan imbalan saat mendapat kesempatan mempelajari hal baru. Perjalanan menuju kesuksesan jarang berbentuk garis lurus. Kebanyakan orang harus melalui berbagai kegagalan dan persoalan sebelum mencapai posisi tertentu.

Kompetensi perlu dibangun mahasiswa hukum

Marina menyebut setidaknya terdapat sejumlah kompetensi yang perlu dibangun mahasiswa hukum sejak dini. Pertama, adalah fondasi hukum yang diperoleh selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

“Pondasi hukum itu sudah pasti di kampus kita diajarkan. Itu tolong dipelajari baik-baik,” ujarnya.

 Hukumonline.com

Marina berfoto bersama peserta mahasiswa seusai acara. Fotografer/Hilman Fathurrahman Wicaksana

Kedua, mengembangkan kemampuan problem solving. Menurut Marina, seorang pekerja tidak seharusnya hanya datang kepada atasan dengan membawa persoalan. Seorang atasan akan lebih menghargai bawahan yang memiliki inisiatif untuk mencari solusi. Sebab, persoalan dapat ditemukan oleh banyak orang, tetapi tidak semua orang mampu menawarkan solusi.

Ketiga, komunikasi. Marina mengaku sempat melihat aturan secara kaku saat awal bekerja sebagai legal. Pengalaman di Corporate Communication dan Investor Relations membuatnya memahami pentingnya menyampaikan aturan sesuai karakter audiens. Keempat, selain komunikasi, ia menekankan pentingnya kepemimpinan, karakter, kemampuan mengambil keputusan strategis, dan integritas.

“Perusahaan mungkin mudah menemukan orang pintar, tetapi lebih sulit menemukan orang yang memiliki integritas, kejujuran, dan good attitude,” pungkasnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info