Sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan dunia pendidikan tinggi, Hukumonline kembali meluncurkan hasil riset Survei Pendidikan Tinggi Hukum 2025. Tujuannya, memetakan pengalaman belajar, keterampilan yang dibutuhkan, hambatan akademik, hingga kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.
Survei ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 720 mahasiswa hukum dari 24 perguruan tinggi mitra Hukumonline, baik negeri maupun swasta. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik voluntary sampling. Alhasil, hasil penelitian tidak dimaksudkan untuk menggeneralisasi seluruh populasi mahasiswa hukum di Indonesia, tapi memberikan gambaran dan indikasi terkait pilihan serta kebutuhan mahasiswa.
Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner digital pada November-Desember 2025, setelah memperoleh persetujuan dari pimpinan fakultas atau program studi masing-masing. Salah satu temuan penting dalam survei ini berkaitan dengan orientasi karier mahasiswa hukum setelah lulus dari perguruan tinggi.
Baca Juga:
- Lebih dari Sekadar Mengajar, Pesan Dosen dalam Anugerah Dosen Favorit Hukum 2025
- Mahasiswa Dorong Pembelajaran Hukum Praktis dan Relevan Dunia Kerja
Hasil Survei Pendidikan Tinggi Hukum 2025 menunjukkan orientasi karier mahasiswa hukum semakin mengerucut pada sektor-sektor yang dinilai menawarkan stabilitas dan ruang penerapan keterampilan secara nyata.
Perusahaan swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) menjadi tujuan karier yang paling diminati. Rinciannya dengan 57,36 persen responden menyatakan ketertarikan untuk memulai karier di sektor tersebut setelah lulus dari perguruan tinggi.
Selain BUMN dan perusahaan swasta, firma hukum juga menjadi pilihan utama mahasiswa hukum dalam menapaki dunia kerja. Survei mencatat sebanyak 54,31 persen responden berminat untuk berkarier di firma hukum.
















