Legal Drafting Jadi Keterampilan yang Paling Diburu Mahasiswa Hukum
Survei Pendidikan Tinggi Hukum 2025

Legal Drafting Jadi Keterampilan yang Paling Diburu Mahasiswa Hukum

Keterampilan seperti legal tech, AI, compliance, dan moot court kurang diminati karena dianggap sebagai keahlian khusus atau lanjutan yang baru dibutuhkan pada jenjang karier tertentu.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 3 Menit
Hukumonline
Hukumonline

Hukumonline kembali meluncurkan Survei Pendidikan Tinggi Hukum 2025. Survei ini dilakukan untuk memetakan pengalaman belajar mahasiswa, keterampilan yang dibutuhkan, hambatan akademik, hingga kesiapan menghadapi dunia kerja.

Survei menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner digital kepada mahasiswa hukum dari perguruan tinggi atau fakultas/program studi hukum mitra Hukumonline. Penelitian melibatkan 720 responden yang berasal dari 24 kampus negeri dan swasta di Indonesia, dengan pengumpulan data dilakukan pada November hingga Desember 2025.

Hasil survei menunjukkan bahwa keterampilan praktis hukum masih menjadi kebutuhan utama mahasiswa. Sebanyak 45,28 persen responden menempatkan legal drafting, seperti pembuatan kontrak dan dokumen hukum, sebagai keterampilan praktis yang paling dibutuhkan dan diminati.

Baca Juga:

“Hal ini dapat mengindikasikan bahwa legal drafting menjadi kemampuan yang dinilai paling mendasar untuk diterapkan atau praktikal sebagai mahasiswa hukum,” ucap Research & Awards Manager Hukumonline, Katon Baskoro, Selasa (20/1).

Sebaliknya, keterampilan lain seperti legal technology dan penggunaan kecerdasan buatan (AI), compliance dan corporate governance, serta moot court atau arbitrase, relatif kurang diminati. Keterampilan tersebut dianggap sebagai kompetensi yang lebih spesifik atau lanjutan, yang umumnya dibutuhkan pada jalur karier tertentu atau setelah penguasaan keterampilan dasar hukum.

Hukumonline.com

Meski demikian, mayoritas mahasiswa hukum (79,9 persen) mengaku puas terhadap keterampilan praktis yang diajarkan di kampus. Namun, masih terdapat 20,1 persen responden yang menilai pembelajaran keterampilan praktis belum optimal.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info