Legal Drafting Jadi Keterampilan yang Paling Diburu Mahasiswa Hukum
Survei Pendidikan Tinggi Hukum 2025

Legal Drafting Jadi Keterampilan yang Paling Diburu Mahasiswa Hukum

Keterampilan seperti legal tech, AI, compliance, dan moot court kurang diminati karena dianggap sebagai keahlian khusus atau lanjutan yang baru dibutuhkan pada jenjang karier tertentu.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 3 Menit

Terkait dengan soft skill, critical thinking yang menurut survei sangat dibutuhkan mahasiswa, ia menyebut banyak soft skill lain yang perlu dieksplor. Misalnya, soft skill yang berupa pemahaman-pemahaman tidak hanya teori, tetapi juga pemahaman-pemahaman terhadap cara atau metode untuk melihat sesuatu atau mengolah dari suatu perkara itu juga penting.

Menurut Prof Ali, tidak hanya legal drafting, tetapi juga hard skill lain perlu diperhatikan oleh mahasiswa. “Tidak hanya legal drafting, tetapi juga mood court competition, praktek mediasi itu juga penting,” lanjutnya.

Terkait pengembangan critical thinking dan problem solving, Prof. Ali menegaskan aspek tersebut telah diakomodasi dalam proses pembelajaran di FH UNNES. “Hampir semua mata kuliah saya mewajibkan mahasiswa menulis. Tulisan itu kemudian diunggah atau disubmit ke jurnal. Untuk S2 dan S3 itu wajib, sementara S1 juga diarahkan ke sana,” jelasnya.

FH UNNES juga memiliki berbagai klub studi yang mendorong diskusi dan analisis kritis mahasiswa. Aktivitas tersebut diperkuat dengan keterlibatan mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan, debat, dan berbagai kompetisi. “Critical thinking itu tumbuh melalui diskusi, riset, debat, dan praktik. Jadi sudah (kami) akomodasi,” katanya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info