
Meski tidak melanjutkan ilmu hukumnya ke dunia profesional lawyer, April selalu menjaga hubungan baik dengan lawyer eksternal yang bekerjasama dengan perusahannya. Foto: RES
April tidak menampik karier yang ia jalani saat ini dipilih karena tidak ada pilihan lainnya. Ia pun tidak memulai karier sebagai profesional lawyer karena merasa tidak cocok dengan caranya bekerja.
“Saya sempat ikut ujian pengacara, tapi tidak untuk melanjutkan ke pekerjaan profesional. Saya cukup sulit jika diatur oleh klien karena tidak semua klien menerima pola pikir saya. Sedangkan di perusahaan kan ada compliance yang pasti perusahaan akan ikut,” lanjutnya.
Meski tidak melanjutkan ilmu hukumnya ke dunia profesional lawyer, April selalu menjaga hubungan baik dengan lawyer eksternal yang bekerjasama dengan perusahannya. Ia pun kerap berdiskusi mengenai dunia hukum terkini dan penggunaan teknologi yang tidak bisa dielakkan oleh profesional hukum.
“Sebagai in house counsel, saya sering dihadapkan untuk menemukan berbagai aturan, kehadiran teknologi itu mempercepat saya menemukan aturan yang melingkupi persoalan atau masalah tertentu. Jadi teknologi ini digunakan sebagai pendukung dari analisa tentang suatu hal tetapi keputusan akhirnya tetap ditangan saya, way of thinking dan pemahaman saya. Secara keseluruhan teknologi bisa membantu saya lebih cepat termasuk chatbox-nya,” jelas April.

Perwakilan PT Toyota-Astra Motor saat meraih penghargaan kategori pimpinan tim legal yang paling dihormati di sektor Trade & Distribution.
Pemanfaatan teknologi tidak akan maksimal jika tidak didasari oleh kemampuan in house counsel itu sendiri. April mengatakan skill hukum tetap nomor satu, pengantar ilmu hukum menjadi hal paling mendasar seorang lulusan ilmu hukum untuk menjalankan karier sebagai in house counsel.
















