Louisa Syaura, Ubah Haluan dari Sains ke Dunia Hukum dengan Can-do Attitude
Hukumonline Nexgen Lawyers 2025

Louisa Syaura, Ubah Haluan dari Sains ke Dunia Hukum dengan Can-do Attitude

Tumbuh di tengah sosok ibu bekerja dan saudari perempuan, Louisa Syaura meyakini bahwa kepemimpinan perempuan membawa optimisme dan perubahan positif. Di SMM Advocates, ia belajar integritas, dedikasi, dan kolaborasi dari rekan-rekan perempuannya yang inspiratif.

Tim Hukumonline
Bacaan 4 Menit
Associate Santoso, Martinus & Muliawan Advocates, Louisa Syaura. Foto: Istimewa
Associate Santoso, Martinus & Muliawan Advocates, Louisa Syaura. Foto: Istimewa

Sebagai perempuan yang dibesarkan oleh seorang working mother, dan juga anak ketiga dari empat perempuan bersaudara, Louisa Syaura selalu melihat dunia melalui lensa perempuan. Bagi Louisa, kepemimpinan seorang perempuan mampu mengubah dinamika dalam sebuah lingkungan dengan sikap yang teguh dan optimistis, atau yang disebutnya sebagai can-do attitude. 

Ibunya merupakan seorang dokter, direktur rumah sakit, dosen administrasi kesehatan, dan bahkan sedang menjalankan pendidikan S2 di hukum kesehatan. Ini mencerminkan keteguhannya untuk menjadi suri tauladan bagi keempat anak perempuannya sembari merealisasikan potensi dirinya sendiri. 

Sementara itu, di Kantor Hukum Santoso, Martinus dan Muliawan Advocates (SMM Advocates), Louisa bekerja sama dengan satu-satunya partner perempuan di sana, yaitu Karina Sungkono. Dari Karina, 

Louisa mempelajari nilai-nilai integritas, ketelitian dan dedikasi seorang profesional untuk menyampaikan deliverables dengan kualitas tinggi. Begitu pula dari kolega-kolega perempuannya, ia melihat perempuan mengedepankan inklusivitas dan kolaborasi dengan menggenggam satu sama lain dalam mencari solusi-solusi terbaik untuk permasalahan sehari-hari.

Keteguhan tersebut tercermin dalam perjalanan akademis dan profesionalnya. Di masa sekolahnya, Louisa awalnya ingin menjadi peneliti di bidang kesehatan dan tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang pengacara. 

Namun, setelah dua tahun mendalami bidang kebijakan kesehatan di Universitas Hasanuddin Makassar, ia akhirnya tertarik untuk mempelajari hukum dan memberanikan diri untuk mengubah haluan dari dunia sains ke dunia legal. Padahal awalnya, Louisa memang sempat ragu dan khawatir akan mengulangi pendidikan S1 dari awal lagi, pada usianya yang sudah 21 tahun saat itu. 

“Saya pikir saya bisa melakukan apa saja dengan baik asalkan saya mengerahkan segala kemampuan saya, termasuk dalam menjadi mahasiswi hukum yang berprestasi,” ujarnya saat ditanya mengenai keputusannya itu. 

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info