Peran in-house counsel semakin strategis dalam mendukung pengambilan keputusan, mengelola risiko hukum, dan memastikan tata kelola institusi. Penguatan peran ini membutuhkan ruang untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring, dan berbagi praktik terbaik.
Semangat tersebut menjadi salah satu landasan penyelenggaraan Indonesian In-House Counsel Summit and Awards (IHCSA) 2026, yang kembali digelar Hukumonline bersama Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA) dan Asia Pacific Corporate Counsel Alliance (APCCA).
Direktur Eksekutif Hukum Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Ary Zulfikar menyambut baik penyelenggaraan IHCSA 2026. Menurutnya, forum tersebut relevan dengan kebutuhan para profesional hukum yang memiliki peran penting di dalam institusi.
“Saya menyambut baik penyelenggaraan IHCSA 2026 sebagai ruang untuk berbagi wawasan, memperkuat kolaborasi, sekaligus memberikan apresiasi kepada para profesional hukum di Indonesia,” ujar Ary dalam Audiensi Hukumonline dan ICCA di kantor LPS, Rabu (12/8/2026).
Baca juga:
- RUA ICCA 2026 Sahkan Laporan Pengurus 2025, Luncurkan Sistem Keanggotaan Digital
- Peran In-House Counsel Bergeser dari Legal Advisor ke Strategic Business Partner

Chief Operating Officer (COO) Hukumonline Jan Ramos Pandia dan Vice President ICCA Randi Ikhlas. Foto: Firyal
Apresiasi juga diberikan terhadap perluasan cakupan penghargaan dalam IHCSA 2026. Salah satunya melalui In-House Counsel Elite (IHCE) 2026 yang tahun ini mencakup pimpinan fungsi hukum di kementerian, lembaga, dan badan layanan publik.
















