Pada kesempatan terpisah, Geta Ayu Wardhani, yang merupakan lulusan terbaik Sarjana Hukum STIH IBLAM, menceritakan selama kuliah dia tidak hanya aktif di kelas, tapi banyak mengikuti organisasi dan perlombaan. “Kebetulan aku juga ikut organisasi debat,” ungkap Geta.

Lulusan terbaik Sarjana Hukum STIH IBLAM, Geta Ayu Wardhani. Foto: FKF
Ia menuturkan, melalui organisasi tersebut dirinya telah banyak mengembangkan berbagai kemampuan, termasuk berpikir analitis dan berargumentasi. “Kemudian di lomba-lomba tersebut, alhamdulillah, aku pernah menjadi best speaker kedua di lomba debat nasional yang diselenggarakan di Tanjungpura. Tim aku juga mendapat juara dua,” kata dia.
Alumni yang menyandang predikat wisudawati terbaik Program Strata-1 Ilmu Hukum ini diketahui meraih IPK 3,93 dengan spesialisasi Hukum Pidana, serta menulis penelitian skripsi bertema hukum pidana internasional terkait genosida di Gaza. Hal itu didasari dengan concern yang dimiliki olehnya terhadap perkembangan yang terjadi di wilayah tersebut.
“Sebenarnya, untuk latar belakang, Israel dalam agresi militernya menggunakan senjata berbasis AI yang tidak pandang bulu, sehingga menimbulkan banyak korban jiwa yang sudah mencapai ribuan. Hal ini menimbulkan urgensi terhadap perkembangan teknologi tersebut, karena jika tidak diimbangi dengan regulasi yang mengatur serta kepentingan politik antar pemimpin dunia, saya rasa hal ini cukup berbahaya jika tidak segera dibatasi,” urainya.
Saat ini, Geta telah bekerja di sebuah kantor hukum yang bergerak di bidang hak kekayaan intelektual (intellectual property/IP). Ke depannya, ia mengungkapkan keinginannya untuk berkiprah di dunia lawyering. Cukup banyaknya kasus pembatalan merek di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang ditanganinya membuatnya semakin tertarik dengan area praktik yang satu ini.
“Mungkin tipsnya (menjadi wisudawati terbaik) nggak hanya belajar sebenarnya, membangun relasi yang luas juga sangat penting. Karena rezeki bisa datang dari mana saja, (termasuk) bisa dari orang lain. Kemudian juga belajar, berdo’a pastinya, dan membangun hubungan baik dengan orang lain. Fokus sama apa yang ingin dicapai, jangan menyerah, berdo’a,” pesannya.
















