M Syah Indra Aman: In House Counsel, Kebijaksanaan dan 'Rambu Lalu Lintas' di Perusahaan
Practice Wisdom

M Syah Indra Aman: In House Counsel, Kebijaksanaan dan 'Rambu Lalu Lintas' di Perusahaan

Nilai yang perlu terus diasah in house counsel seperti kemampuan menghadirkan solusi dalam setiap permasalahan. Tak perlu mencari menang atau kalah dalam setiap negosiasi, tapi prioritaskan kepentingan perusahaan.

Ady Thea DA
Bacaan 7 Menit

Hukumonline.com

Kemampuan ini sangat penting bagi perusahaan karena terkait dengan berjalannya roda usaha. Hal ketiga yang tak kalah penting bagi in house legal counsel itu mindset growth, intinya sederhana harus ada perkembangan setiap saat walau sedikit. Idealnya, ketiga nilai itu harus seimbang, tak ada satu yang boleh lebih atau kurang.

Dari beragam nilai-nilai kebijaksanaan itu, Indra menekankan paling utama integritas. Ibarat rambu-rambu lalu lintas, in house legal counsel berperan mengingatkan agar tak keluar dari garis batas. Sekaligus memberi pandangan yang solutif misalnya ketika masing-masing divisi saling menekankan kepentingan dan berpotensi menimbulkan risiko hukum ke depan, tugas divisi hukum mengingatkan agar tidak terjerumus pada keputusan yang kurang tepat.

“In house legal counsel seperti rambu lalu lintas di perusahaan,” ujarnya.

Maka itu penting menempatkan divisi hukum sebagai salah satu bagian dari jajaran direktur di organisasi perusahaan. Sehingga panduan atau peringatan yang diberikan bisa didengar dan dipatuhi. Mengingat tugas dan fungsinya sebagai rambu-rambu lalu lintas di perusahaan, in house legal counsel di perusahaan harus memiliki integritas yang tinggi. Sehingga, segala keputusan yang diambil bisa segera dilaksanakan.

“Kalau tidak berintegritas bagaimana mau menjalankan fungsi sebagai rambu-rambu itu,” tegasnya.

Seperti Spons

Lagi-lagi Indra menekankan bagi in house legal counsel yang baru memulai kariernya, harus bekerja keras. Seperti spons yang telah dibentuk pada masa kuliah, darah muda harus menyerap berbagai air pengetahuan dan pengalaman yang berasal dari berbagai tugas dan pekerjaan yang dilakukan. Semakin banyak pekerjaan yang dituntaskan, apalagi dengan waktu yang cepat, maka spons itu semakin berisi. Selain itu juga harus bersabar karena semua hal butuh proses dan ada tahapannya.

“Banyak anak muda (lawyer muda, red) yang tak melihat itu, tapi langsung (melihat) ke atas. Padahal semua yang tercapai sekarang merupakan buah dari proses dan pengalaman,” imbuhnya.

Hukumonline.com

Apalagi sebagai in house legal counsel ada beberapa hal dasar yang membedakannya dengan lawyer di kantor hukum. Konsultan hukum yang ada di dalam perusahaan memiliki beban dan tanggung jawab lebih besar karena berjibaku dengan prosesnya dari awal sampai akhir. Bahkan mengawal terus implementasinya dan mengevaluasi untuk melihat apa kelemahannya. Misalnya, sejak awal merancang kontrak sampai pelaksanaannya kemudian melihat kembali apakah ada yang terlewat, atau belum pas. Berbeda dengan lawyer di kantor hukum yang selesai tugasnya ketika transaksi telah tuntas dikerjakan. Ketika timbul persoalan, klien akan kembali lagi tapi ditangani oleh divisi litigasi di kantor hukum.

Berkenaan dengan fungsinya sebagai rambu-rambu, Indra berpendapat in house legal counsel harus paham berbagai pengetahuan hukum. Mulai hukum perusahaan, litigasi, pidana dan aturan anti korupsi. Selaras itu, in house legal counsel harus memiliki semangat untuk terus memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info