Kursi orang nomor satu di Fakultas Hukum Universitas Indonesia telah terisi. Setelah melewati beberapa tahapan, Topo Santoso akhirnya terpilih menjadi Dekan FHUI untuk periode empat tahun ke depan. Pemilihan telah dilakukan pada Senin, (18/11).
Terpilihnya Topo Santoso sebagai Dekan FHUI disambut antusias oleh mahasiswa FHUI, baik dari program S1 reguler, paralel, maupun pasca sarjana. Menurut mahasiswa, Topo adalah figur yang terbuka kepada mahasiswa dan sangat memperhatikan kegiatan-kegiatan mahasiswa.
Alldo Fellix Januardy, anggota Majelis Wali Amanat UI-mahasiswa, merasa salut dengan sosok Topo Santoso yang dikenal sebagai sosok yang sangat terbuka dan dekat dengan mahasiswa. Topo selalu menyediakan waktu kepada mahasiswa yang ingin berhubungan dengan dekanat. Sikap ini sudah tercermin ketika Topo menjabat sebagai Wakil Dekan FHUI.
“Saya salut dengan sikap beliau. Saya harap metode ini dipertahankan selama masa kepemimpinan beliau,” tutur Alldo ketika dihubungi hukumonline, Selasa (19/11).
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FHUI Abdul Rachmat Ariwijaya turut merasa senang dengan terpilihnya Topo sebagai Dekan FHUI. Pasalnya, Ari melihat Topo adalah sosok yang tegas, peduli, dan mudah bergaul kepada seluruh sivitas akademika FHUI. Topo juga seorang sosok pemimpin yang berdedikasi tinggi dan amanah dalam menjalankan tugasnya.
“Saya merasa senang karena sesuai dengan rekomendasi mahasiswa FHUI,” tulis Ari melalui blackberry messenger kepada hukumonline, Selasa (19/11).
Rasa bangga juga terucap dari Ketua Ikatan Mahasiswa Magister Kenotarian (IMMK) Ariesta Wibisono. Aries mengaku bangga dan bahagia atas terpilihnya Topo Santoso sebagai Dekan FHUI periode 2013-2017. Ia berharap Topo dapat meningkatkan kualitas mahasiswa kenotariatan.
“Tidak perlu perubahan kurikulum untuk meningkatkan kualitas mahasiswa kenotariatan. Namun, perlu dilakukan kelompok belajar semacam tentir yang terorganisasi,” jawab Aries ketika ditanyakan perlu tidaknya perubahan kurikulum, Rabu (20/11)
Harapan Mahasiswa
Alldo dan Ari berharap Topo mampu menyelesaikan permasalahan internal di lingkungan FHUI. Permasalahan itu antara lain perbaikan kualitas kelas Khusus Internasional FHUI, mempersiapkan solusi kepegawaian bagi status pekerja non-PNS FHUI, dan penerapan gaji sesuai Upah Minimun Regional bagi karyawan outsourcing FHUI. Selain itu, Topo juga harus meningkatkan dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan baik akademik maupun nonakademik.
Harapan Alldo agar Topo turut memperhatikan kegiatan mahasiswa nonakademik diamini Ketua Umum Law Table Tennis Club FHUI Mikhael RH Manik. Kegiatan mahasiswa nonakademik, menurut Mikhael, merupakan bagian dari pembelajaran bagi mahasiswa. Bentuk dukungan yang dapat diberikan fakultas dapat berupa materi maupun dukungan moral.
“Fakultas perlu mendukung agar mahasiswa yang berprestasi di nonakademik lebih terpacu untuk memberikan yang terbaik bagi FHUI maupun untuk Indonesia,” tutur Mikhael kepada hukumonline, Senin (25/11)
Sementara itu, Ari berharap agar Topo mau melanjutkan program electronic campus. Salah satunya adalah dengan membuat buku-buku dosen FHUI dalam format e-book. Hal ini dianggap lebih memudahkan mahasiswa dalam belajar. “Serta kalau bisa dibuka akses untuk mempelajari jurnal internasional dan staatsblaad,” lanjut Ari.
















