Pojok MPR-RI

Mahyudin Minta Kalangan Ibu Majelis Taklim Pelajari Agama Secara Benar

Sebab pemahaman agama yang keliru dan sempit ini bisa melahirkan radikalisme. 

Oleh:
RED
Bacaan 2 Menit
Foto: Humas MPR
Foto: Humas MPR

Wakil Ketua MPR Mahyudin mengajak ibu-ibu yang mengikuti majelis taklim untuk mempelajari agama dengan benar. Sehingga bisa menangkal dan menghindari paham-paham radikal.

 

Ajakan itu disampaikan Mahyudin di depan ibu-ibu yang tergabung dalam Badan Kontak Majelis Taklim Tanah Grogot, peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin (10/12). Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber anggota Fraksi Partai Golkar MPR, M. Suryo Alam.

 

Mahyudin membahas soal belajar agama terkait salah satu tantangan kebangsaan yang dihadapi Indonesia. Yaitu, masih adanya pemahaman keagamaan yang keliru dan sempit. Pemahaman agama yang keliru dan sempit ini bisa melahirkan radikalisme. "Ini sangat berbahaya," ujarnya. 

 

Untuk meredam radikalisme itu pemerintah menjalankan deradikalisasi. Namun program deradikalisasi belum berjalan optimal. "Orang yang sudah terpapar radikalisme akan sulit kembali normal," tuturnya.

 

Karena itu Mahyudin mengajak ibu-ibu untuk mempelajari agama melalui jalur yang benar. "Belajar agama melalui majelis taklim ini merupakan jalur yang benar. Jangan belajar dari internet," ujarnya. 

 

Sebab, informasi dari internet bukan tidak mungkin mengandung informasi yang salah dan hoax serta menyesatkan. Bahkan, tidak sedikit orang menjadi radikal setelah belajar agama dari internet. "Jadi harus hati-hati jangan sampai masuk perangkap paham radikal," katanya.

 

Di bagian lain Mahyudin mencontohkan dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad. Dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad bukan dengan cara kekerasan. "Kalau dakwah dilakukan dengan cara kekerasan maka orang menjadi tidak senang dengan ajaran agama kita," jelas Mahyudin.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait