Manfaat Ikut Hukumonline Indonesia Pro Bono Awards 2023 Bagi Advokat
Utama

Manfaat Ikut Hukumonline Indonesia Pro Bono Awards 2023 Bagi Advokat

Ajang ini bisa memberikan edukasi yang baik dan bisa menjadi penyemangat dan pemahaman bahwa proses pendampingan hukum secara pro Bono penting untuk penegakan hukum di Indonesia agar dapat efektif di tingkat masyarakat ekonomi bawah dan masyarakat umum.

Oleh:
Willa Wahyuni
Bacaan 4 Menit
Kiri-kanan: Paulus Sania Sirwutubun dari kantor hukum Paulus Sania Sirwutubun & Asosiasi, Ike Farida selaku Founder and Managing Partner at Farida Law Office, dan David dari Kantor Pengacara David & Partners.
Kiri-kanan: Paulus Sania Sirwutubun dari kantor hukum Paulus Sania Sirwutubun & Asosiasi, Ike Farida selaku Founder and Managing Partner at Farida Law Office, dan David dari Kantor Pengacara David & Partners.

Silakan klik http://bit.ly/ProBono2023 untuk mengikuti survei Hukumonline Indonesia Pro Bono Awards 2023

Hukumonline Indonesia Pro Bono Awards 2023 akan kembali digelar sebagai bentuk penghargaan kepada advokat dan kantor hukum yang melakukan Pro Bono. Penghargaan ini diharapkan mampu menumbuhkan kompetisi dari profesi advokat sebagai penyedia jasa bantuan hukum dalam memberikan jasa hukum secara pro bono, sehingga kegiatan ini dapat menjadi kerja kolaboratif untuk mewujudkan keadilan sosial masyarakat di mata hukum. 

Dalam UU No.18 Tahun 2003 tentang Advokat, advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma atau pro bono kepada pencari keadilan yang tidak mampu. Hal ini sesuai dengan Pasal 22 ayat (1) UU Advokat.

Berdasarkan ketentuan dalam UU Advokat tersebut, bantuan hukum secara cuma-cuma menjadi prioritas dua pemenang Pro Bono Awards tahun lalu, yaitu Farida Law Office, Paulus Sania Sirwutubun & Asosiasi, dan Kantor Hukum David & Partners.

Baca Juga:

“Pro Bono bagi saya bukan karena kewajiban yang ada di dalam UU, tetapi kewajiban saya sebagai manusia, sebagai seorang ibu, sebagai seorang warga negara yang membuat saya harus berbagi banyak kepada orang yang tidak lebih beruntung dibanding saya, itu semua ungkapan rasa syukur,” jelas Ike Farida kepada Hukumonline, Kamis (9/11).

Sebagai seorang muslim, Farida menyatakan bahwa bersedekah seberapa pun itu adalah kewajiban baginya termasuk melalui keilmuan. Ketua umum Himpunan Konsultan Hukum Ketenagakerjaan Indonesia (HKHKI) ini mengatakan telah lama melakukan kegiatan sosial jauh sebelum ia membangun kantor hukumnya.

“Sebelum ada Farida Law Office, ada yayasan Ike Farida Foundation yang aktif melakukan kegiatan sosial seperti sunatan massal, beasiswa, obat bagi ibu hamil hingga bantuan kepada Palestina yang terus dilakukan secara periodik. Di HKHKI juga kami mengajak anggota dan pengurus untuk berbagi,” ujarnya.

Secara konsisten Farida melakukan Pro Bono hingga berhasil menyabet penghargaan Hukumonline Pro Bono Awards 2022 dalam kategori Hukumonline Award for the Highest Commitment by Pro Bono Law Firms with 11-30 Lawyers Category (Non-Litigation).

Baginya, melakukan Pro Bono sama sulitnya dengan melakukan pekerjaan advokat non Pro Bono. Ia tidak menampik bahwa berhadapan dengan penguasa dan pemerintah kerap menjadi tantangan baginya dalam melakoni pekerjaannya.

“Klien kami kebanyakan adalah individu, yang di antara mereka banyak yang tidak punya penghasilan sedangkan yang kami hadapi adalah yang berkuasa, seperti pemerintah dan mereka yang bersenjata,” ucapnya.

Meski tidak mudah, ia terus mengupayakan yang terbaik bagi kliennya untuk mendapat keadilan yang seadil-adilnya. Menuju Hukumonline Indonesia Pro Bono Awards 2023, Farida mengajak seluruh advokat di Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam penghargaan Pro Bono Awards 2023.

“Untuk teman-teman di seluruh Indonesia, pada saat ini kita punya Hukumonline yang memberikan perhatian cukup besar terhadap masyarakat Indonesia khususnya yang belum mampu untuk biayai advokat. Mari kita bantu Hukumonline untuk dapat menyelenggarakan Pro Bono Awards karena dukungan teman-teman advokat sangat diharapkan,” ajaknya.

Panggilan jiwa dan memiliki kepribadian yang peduli terhadap sesama juga menjadi alasan utama Paulus Sania Sirwutubun dalam menjalankan bantuan hukum Pro Bono sejak 2016 silam di Kabupaten Fakfak Papua Barat.

“Kepribadian yang ingin selalu menolong itu tertular sampai ke dunia profesi pengacara. Di awal karir saya membuka diri membantu masyarakat tidak mampu untuk pendampingan hukum, tidak ada harapan apa-apa saya mendampingi karena memang saya suka membantu. Dari membantu itu memang lebih banyak kenalan dan akrab dengan masyarakat,” ujar Paulus saat dihubungi Hukumonline, Jumat (10/11) siang.

Paulus mengaku senang dengan proses Pro Bono yang ia lakukan sehingga lebih banyak mengenal masyarakat. Ia pun merasa tidak terbebani dengan bantuan hukum Pro Bono yang ia lakukan. Melakukan pertolongan baginya tidak soal finansial semata, membantu pendampingan hukum kepada masyarakat tidak mampu yang berhadapan dengan hukum salah satu pertolongan yang ia bisa lakukan.

“Rezeki yang bisa saya beri adalah membantu saudara dari masyarakat yang ekonominya tidak mampu yang berhadapan dengan hukum dan butuh pendampingan hukum. Secara finansial saya tidak bisa bantu, tapi dengan pendampingan hukum bisa,” lanjutnya.

Paulus bercerita, rumahnya terbuka 24 jam untuk masyarakat yang membutuhkan pertolongan bantuan hukum. Sejak 2016 silam, Paulus banyak menangani persoalan pencemaran nama baik, makar, penganiayaan, perselingkuhan, hingga soal pidana.

Akibat kebesaran hatinya membantu masyarakat tidak mampu untuk mendapat pendampingan hukum, Paulus Sania Sirwutubun & Asosiasi berhasil meraih Hukumonline Award for Excellent Pro Bono Hours Law Firms with 1-10 Lawyers pada 2022 lalu.

Paulus juga mengajak para advokat di seluruh Indonesia untuk turut berpartisipasi mengambil bagian dalam Hukumonline Indonesia Pro Bono Awards 2023.

“Saya mengajak rekan-rekan advokat di seluruh Indonesia untuk mengambil bagian pada Hukumonline Indonesia Pro Bono Awards 2023. Sama-sama kita mensukseskan program ini karena Hukumonline cukup efektif selalu memantau proses perkembangan hukum salah satunya pendampingan hukum Pro Bono. Ajang ini bisa memberikan edukasi yang baik dan bisa menjadi penyemangat dan pemahaman bahwa proses pendampingan hukum secara pro Bono penting untuk penegakan hukum di Indonesia agar dapat efektif di tingkat masyarakat ekonomi bawah dan masyarakat umum,” kata dia.

Senada dengan Paulus, advokat yang juga dari Papua Barat, Kantor Hukum David & Partners turut mengajak seluruh advokat di Indonesia untuk ikut serta dalam Hukumonline Indonesua Pro Bono Awards 2023.

Gelaran penghargaan ini baginya merupakan kegiatan yang dibutuhkan di era saat ini dimana masyarakat yang sudah terpapar dengan teknologi dengan masif untuk terus menyebarkan akses bantuan hukum Pro Bono kepada masyarakat yang kurang mampu secara meluas.

“Hukumonline Pro Bono Awards 2023 adalah event yang dibutuhkan di era saat ini di mana masyarakat kita sudah melek dengan digitalisasi informasi. Kebutuhan akan informasi hukum khususnya bagi pencari keadilan yang kurang mampu untuk bisa mendapatkan akses bantuan hukum Pro Bono melalui Hukumonline Pro Bono Awards 2023 jendela untuk melihat dan memilih kantor-kantor hukum yang menyediakan layanan Pro Bono,” pungkas David.

Tags:

Berita Terkait