Mau Jadi Lawyer Sukses? Pastikan Asah Hal-hal Ini!
Terbaru

Mau Jadi Lawyer Sukses? Pastikan Asah Hal-hal Ini!

Mulai dari keterampilan teknis sampai dengan soft skill, terdapat sejumlah kemampuan yang harus diperhatikan lulusan baru hukum bila hendak berkiprah di dunia lawyering.

Ferinda K Fachri
Bacaan 3 Menit
Partner Hanafiah Ponggawa & Partners (Dentons HPRP) Rio Febrianus Pasaribu dalam Pelatihan Hukumonline 2024 Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum, Selasa (13/8/2024). Foto: RES
Partner Hanafiah Ponggawa & Partners (Dentons HPRP) Rio Febrianus Pasaribu dalam Pelatihan Hukumonline 2024 Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum, Selasa (13/8/2024). Foto: RES

Berkarier sebagai seorang lawyer pada suatu firma hukum tersohor mungkin menjadi impian banyak lulusan hukum. Untuk mewujudkan hal tersebut, Partner Hanafiah Ponggawa & Partners (Dentons HPRP) Rio Febrianus Pasaribu membagikan kiat-kiatnya. Ada sejumlah hard skill dan soft skill yang harus dikuasai untuk dapat menjadi lawyer sukses. 

“Saya pas awal kerja langsung disuruh riset, diberikan brief of questions dari Partner lalu saya cari sendiri (jawabannya untuk mengasah kemampuan riset). Lawyer itu harus kuat dalam legal analysis dan legal research. Dari riset itu jadi bekal (di dunia lawyering),” ujar Rio dalam Pelatihan Hukumonline 2024 Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum, Selasa (13/8/2024).

Hukumonline.com

Partner Hanafiah Ponggawa & Partners (Dentons HPRP) Rio Febrianus Pasaribu dalam Pelatihan Hukumonline 2024 Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum, Selasa (13/8/2024). Foto: RES

Termasuk kemampuan riset dan analisis, ada empat keterampilan teknis atau hard skill yang menurutnya perlu diasah sebagai bekal berkarier lawyer. Mulai dari pengetahuan hukum; penulisan dan dokumentasi hukum—seperti kontrak dan memo—; analisis dan penalaran hukum; serta penguasaan bahasa asing khususnya bahasa Inggris harus dimiliki.

Baca juga:

“Jadi bagaimana cara jadi lawyer yang sukses? UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) kalian harus tahu mendalam, itu dasar dari semuanya. Selain itu KUHPerdata pelajari syarat sah perjanjian, pembatalan perjanjian, dan lain-lain,” pesannya.

Tak hanya keterampilan teknis, soft skill menjadi aspek yang tidak luput dari perhatian. Pertama, mempunyai kemampuan komunikasi efektif. Menjadi seorang pendengar yang baik penting untuk memahami kebutuhan klien. Begitu juga dengan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) dalam memaparkan argumentasi.

Berjejaring atau membangun dan memelihara jaringan profesional yang luas juga menjadi kemampuan yang relevan dimiliki. Selanjutnya yaitu kemampuan interpersonal yaitu mampu memahami dan menghargai perspektif dan perasaan orang lain. Kepemimpinan dan kerja sama tim; manajemen waktu; etika dan integritas; menjaga kerahasiaan informasi klien; adaptabilitas; hingga kreativitas dan inovatif juga dibutuhkan.

Hukumonline.com

Rio berfoto bersama peserta Pelatihan Hukumonline 2024 Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum, Selasa (13/8/2024). Foto: RES

“Kalau mentor itu menurut pengalaman saya akan menjadi sangat penting (dalam mengasah) kemampuan negosiasi. Kita (pada masa awal bekerja) banyak duduk nontonin Partner bernegosiasi, pelajarilah ilmu soft skill-nya itu. Tapi kalau kemampuan seperti drafting dan analisis memang harus kalian perkuat dengan kemampuan dasar dan lakukan secara mandiri,” kata alumni Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (FH Unpad) itu.

Kemampuan seorang kandidat yang hendak bekerja pada suatu firma hukum akan dinilai melalui proses rekrutmen. Mulai dari pengetahuan hukum hingga kesesuaian dengan nilai-nilai prinsip dalam firma akan diuji dari rangkaian seleksi. Umumnya, proses rekrutmen terdiri atas seleksi CV, wawancara awal dengan HR, wawancara lanjutan dengan Partner untuk menggali pengetahuan hukum, dan uji kemampuan berbahasa asing.

"Lantas, how we found x factor in someone? Pertama, kembali ke titik awal, pengetahuan hukum. Kedua, up-to-date. Kita harus tahu UU PT tidak berdiri sendiri, ada UU terkait lainnya seperti UU Cipta Kerja. Jangan sampai ketinggalan perkembangan terbaru,” kata dia. Rio menyebut pemahaman pada UU PT dan KUHPerdata sebagai modal pengetahuan hukum paling dasar yang diperiksa firma hukum. 

Hukumonline.com

Suasana Pelatihan Hukumonline 2024 Bimbingan Kerja untuk Fresh Graduate Hukum, Selasa (13/8/2024). Foto: RES

Faktor penentu lainnya ialah kepercayaan diri yang tinggi baik dalam berbicara maupun menjadi pendengar yang baik. Terakhir, know-like-trust. Sebagai suatu profesi jasa, lawyer dituntut untuk bisa dikenal terlebih dahulu dengan hasil kerja yang baik. Calon klien mau menambatkan kepercayaannya setelah menyukai pribadi lawyer dengan kemampuannya.

“Kalau punya 4 pilar ini, insya Allah akan jadi lawyer yang baik. Tapi diingat, sebelum klien suka (hasil pekerjaan), senior kalian harus suka (kalian) dulu, Partner juga harus suka. Lawyering is a long game marathon. Tidak ada yang instan, ” ungkap Rio mengingatkan.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info