Lumrah terjadi, kita kerap menciptakan penilaian-penilaian tertentu pada hal yang belum dikenal. Padahal, penilaian—atau bahkan stigma—bisa saja berdasarkan hal-hal yang kita lihat di permukaan, dan tidak dapat dijadikan gambaran secara menyeluruh. Hal serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia, Dr. H. Hasbi Hasan, M.H. dalam Instagram LIVE Hukumonline bertema 'Mengenal Pengadilan Lebih Dekat Melalui Lomba Foto Peradilan 2021', pada Jumat (29/01).
Menurut Hasbi, alih-alih dikenal sebagai lembaga yang sakral dan ‘tak tersentuh’, sebetulnya ada banyak sisi lain Mahkamah Agung (MA) yang belum diketahui oleh masyarakat. Lebih penting lagi, ia menilai selama ini seolah ada ‘jarak’ yang cukup besar antara MA dengan masyarakat. “Padahal, sesungguhnya dua hal ini adalah satu kesatuan. Kita adalah bagian dari masyarakat, hanya saja memiliki tugas yang berbeda,” katanya.
Hingga kini, MA sendiri telah berupaya hadir dengan beragam inovasi agar masyarakat pencari keadilan bisa mendapatkan pelayanan terbaik. Salah satu contohnya, lewat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang diharapkan mampu meringkas, memangkas waktu penyelesaian perkara, serta memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi secara cepat dan tepat. Namun, modernisasi dan digitalisasi tak serta-merta menjadi satu-satunya sisi yang harus diketahui publik. Hasbi mengatakan, masih ada sisi bagian yang belum tersentuh, khususnya soal perjalanan MA dalam melayani masyarakat.
“Bisa dilihat bagaimana pengadilan dari masa ke masa, atau kondisinya di daerah-daerah. Ada banyak cerita tentang perjuangan para aparatur pengadilan. Ada hakim yang harus menempuh perjalanan laut dengan gelombang setinggi tiga meter. Ada yang harus rela bertemu keluarga setahun sekali. Mendapatkan fasilitas minim di daerah-daerah, hingga beban kerja yang begitu besar,” Hasbi menambahkan.
Lomba Foto Peradilan 2021: Cara Lebih Dekat dengan Mahkamah Agung
Pada tahun 2021, MA akan menyelenggarakan Lomba Foto Peradilan 2021 yang dapat diikuti oleh masyarakat umum dan warga peradilan. Diadakan dalam rangka memeriahkan acara Laporan Tahunan MA, lomba foto ini juga menjadi salah satu upaya yang ditempuh MA untuk pelan-pelan meruntuhkan stigma ‘seram’ atau ‘tidak tersentuh’, membangun citra ‘Peradilan yang Agung’, dan mendekatkan diri kepada masyarakat.
“Terdapat tiga hal pokok yang ingin kami capai melalui kompetisi ini. Pertama, mendekatkan diri ke masyarakat dan memberi gambaran MA melalui bentuk visual. Kedua, memperoleh dokumentasi pengadilan berkualitas dan bernilai artistik yang dapat memperkaya visualisasi pada laporan tahunan dan media publikasi Mahkamah Agung RI. Ketiga, memeriahkan acara laporan tahunan melalui partisipasi masyarakat,” Hasbi menjelaskan.
Lomba Foto Peradilan 2021 bertema ‘Pengadilan yang Melayani Masyarakat’. Pendaftaran akan ditutup pada 4 Februari 2021 dan pemenang akan diumumkan pada 17 Februari 2021. Namun, ada kemungkinan perpanjangan waktu bila animo peserta cukup tinggi dan foto yang telah didapatkan belum memenuhi ekspektasi.
















