Tiga orang pakar sudah menuntaskan tugas sebagai juri khusus dalam ajang penghargaan prestisius In-House Counsel Awards (IHCA) 2024 yang akan diselenggarakan pada 17-18 Oktober mendatang di Nusa Dua, Bali. Berbagai persiapan sudah rampung dilakukan, termasuk penilaian untuk deretan nomine.
“Proses penjurian dilakukan secara langsung oleh dua juri, sedangkan satu juri mengikuti secara online,” ujar Research & Awards Manager Hukumonline, Jumat (4/10/2024).
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, silakan klik link berikut ini atau gambar di bawah ini!
Baca juga:
- Kantor Hukum Ternama Ikut Semarakkan In-House Counsel Summit dan Awards 2024
- Dua Kategori Utama Penghargaan In-House Counsel Awards 2024
Pada tahun ini IHCA 2024 telah memasuki tahun keempat sebagai ajang pemeringkatan yang melibatkan in-house counsel di Indonesia. Gelaran ini bertujuan untuk memberi apresiasi kepada para in-house counsel sebagai individu maupun sebagai tim legal.
Ketiga dewan juri yang dimaksud adalah advokat senior Todung Mulya Lubis, Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) Dahliana Hasan, dan dosen Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera Aria Suyudi.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) Dahliana Hasan. Foto: HFW
Selain menghadirkan juri eksternal, hadir pula dua juri internal Hukumonline yang ikut memberikan pertimbangan. Penjurian akhir dilakukan dalam diskusi mengenai hasil penilaian oleh masing-masing juri. Nilai yang sudah diolah kemudian didiskusikan dan disesuaikan dengan perubahan berdasarkan pertimbangan dewan juri.
Pada tahun ini ada empat kategori penghargaan yang dihadirkan, yaitu Indonesia’s Most Innovative In-House Counsel Team; Indonesia’s Most Respected In-House Counsel; In-House Counsel Team of The Year 2024; dan In-House Counsel Leader of The Year 2024.
Penilaian dari dewan juri ditujukan untuk kategori In-House Counsel Team of The Year 2024 dan In-House Counsel Leader of The Year 2024. Kedua kategori ini secara hierarki lebih tinggi dari dua kategori lainnya karena mengerucutkan berbagai sektor industri
Penghargaan akan diberikan kepada individu (leader) maupun tim legal perusahaan atas capaian, inovasi, dan kontribusi dalam bidang hukum di perusahaan. Penilaian leader dilakukan terhadap aspek kompetensi intelektual dan kepemimpinan.
“Kami menilai dari latar belakang, profesionalisme tim dalam menangani kasus, kemudian kontribusi kepada society. Secara umum kami membicarakan beberapa aspek penjurian kenapa memilih X atau Y,” ujar Dahliana kepada Hukumonline pada saat penjurian.

Dosen Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera Aria Suyudi. Foto: HFW
Ia berharap gelaran ini dapat memberikan motivasi kepada in-house counsel terutama bagi tim dan pimpinan tim hukum. Mereka diharapkan bisa terus meningkatkan kompetensi diri dan tidak hanya berfokus pada profit tetapi juga kontribusi untuk masyarakat.
Dahliana melihat bahwa profesi in-house counselmasih belum menjadi pilihan yang diminati oleh para lulusan hukum. Melalui penghargaan ini, profesi in-house counselbisa menjadi lebih dikenal sehingga menjadi pilihan yang lebih dipertimbangkan bagi lulusan hukum.
Dalam kesempatan yang sama, Aria Suyudi mengatakan diskusi yang telah berlangsung menunjukan bahwa proses penjurian tidak sederhana. Banyak faktor yang diputuskan untuk memilih yang terbaik. Aria menekankan bahwa yang bukan unggulan dalam penilaian juri bukan berarti tidak cukup baik.
“Ajang ini sangat baik untuk saling merefleksikan apa yang sudah ada di dunia in-house counsel saat ini. Paling tidak, para in-house counseldapat saling melihat tren di bidang mereka, untuk mempersiapkan diri di tahun depan,” ujarnya.
Ia merasa senang menjadi bagian dari tim juri meski tidak berlatar belakang in-house counsel. “Proses penjurian membuat saya melihat bahwa peran in-house counseltidak hanya sekadar memberikan advis hukum tetapi juga antisipatif dalam mencari jalan keluar dari tantangan yang dinamis, sehingga in-house counselmemainkan peran penting di masa depan,” ujarnya.
Dewan Juri (dua di tengah) IHCA 2024 menunjukkan hasil penjurian didampingi jajaran manajemen Hukumonline. Foto: HFW
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Chief Media & Engagement Officer Hukumonline, Amrie Hakim yang mengatakan kegiatan ini salah satu penjurian In-House Counsel Awards terbaik karena proses penjuriannya langsung didengar, yang meliputi pertimbangan-pertimbangan juri dalam memilih para pemenang.
Hal ini menjadi suatu hal baru yang sangat berharga dan catatan berharga pada penilaian-penilaian di masa depan. Hal ini menurutnya perlu menjadi sorotan bagaimana tim hukum bisa mengimplementasikan praktik-praktik baik perusahaan yang berdampak baik bagi perusahaan.
“Harapan kami juga ini kedepannya dapat memicu tim legal di banyak perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga faktor yang mempedulikan lingkungan sekitar,” harapnya.

















