Meningkat, Pencemaran Akibat Penambangan Emas
Aktual

Meningkat, Pencemaran Akibat Penambangan Emas

ANT
Bacaan 2 Menit
Meningkat, Pencemaran Akibat Penambangan Emas
Hukumonline

Sejumlah sungai sekitar lokasi penambangan emas liar di Kaupaten Buru dan mengalir menuju kawasan Teluk Kayeli, makin tercemar limbah mercuri atau air raksa. "Kulit kita jadi gatal-gatal kalau mandi karena diduga telah tercemar limbah berbahaya," kata salah satu warga Kayeli, Rifai Can di Ambon, Selasa (25/9).


Rifai mengatakan, selain itu tercemarnya aliran-aliran sungai ini disebabkan penggunaan mesin tromol yang mencapai ribuan unit. Tersebar mulai dari kawasan Gunung Botak hingga daerah aliran Sungai Anhony dan sekitarnya. Begitu juga pada rawa dan areal sawah dekat pemukiman penduduk. Alat itu untuk memisahkan logam mulia dari material pasir dan batuan dengan memakai air raksa.


Pencemaran itu membuat hasil tangkapan nelayan di Teluk Kayeli sulit dibeli warga. Banyak warga Kabupaten Buru yang membeli ikan dari Kota Ambon dan menyimpannya dalam kotak pendingin untuk dijual ke Namlea dan sekitarnya.


Pencemaran air akibat limbah beracun ini sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Warga Waetina pernah mengumpulkan ikan yang mati mendadak untuk dikonsumsi tanpa mengetahui penyebabnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info