Mery Enjelica Stephany: Di Balik Transaksi Energi dan Proyek Karbon Berskala Global
Hukumonline NeXGen Lawyers 2026

Mery Enjelica Stephany: Di Balik Transaksi Energi dan Proyek Karbon Berskala Global

Mendekati satu dekade kariernya, Enjelica berfokus pada sektor energi strategis yang berorientasi pada dampak berkelanjutan. Memadukan pengetahuan hukum, keahlian teknis, wawasan ekonomi dan kepekaan terhadap dinamika politik, ia secara konsisten menghadirkan solusi hukum yang konkret dan bernilai tinggi - menjadikannya pilihan utama firma untuk memimpin berbagai proyek pengembangan karbon di Sumatera, hingga Filipina.

Tim Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Middle Associate PSHP Adrem Law, Mery Enjelica Stephany. Foto: Istimewa
Middle Associate PSHP Adrem Law, Mery Enjelica Stephany. Foto: Istimewa

Dari proyek strategis domestik hingga transaksi lintas batas negara, Mery Enjelica Stephany dikenal atas kemampuannya mengurai kompleksitas regulasi menjadi solusi yang praktis dan berorientasi pada efisiensi bisnis. Dengan pendekatan yang tajam sekaligus adaptif, ia tidak hanya membaca hukum sebagai seperangkat aturan, melainkan sebagai instrumen dinamis yang harus selaras dengan realitas industri.

Sebagai lulusan Universitas Kristen Satya Wacana, perempuan biasa disapa Enjelica itu meyakini nasihat hukum terbaik tidak lahir dari teks semata, melainkan dari pemahaman yang holistik, mencakup dinamika praktik pasar, lanskap politik, serta arus ekonomi yang terus berubah.

Keyakinan tersebut mendorongnya menempuh studi Master of Laws (LL.M.) di Utrecht University melalui program interdisipliner Law and Economics, dengan dukungan beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pengalaman ini memperluas wawasan dan jejaring globalnya, sekaligus memperkuat kemampuannya mengintegrasikan analisis hukum dan ekonomi dalam setiap solusi bagi klien.

Menapaki hampir satu dekade perjalanan karier, Enjelica kini memfokuskan praktiknya pada sektor-sektor yang tidak hanya bernilai strategis, tetapi juga membawa dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Didampingi oleh Avinash Anil Panjabi, Partner Project & Energy di PSHP Adrem Law, ia kini aktif memimpin berbagai proyek dan transaksi. Mulai dari ketenagalistrikan, energi terbarukan, pengelolaan limbah, lingkungan hidup, perdagangan karbon, hingga kehutanan dan berbagai sektor berkelanjutan lainnya.

Dalam satu tahun terakhir, salah satu peran paling signifikan yang diemban Enjelica adalah memimpin pengambilalihan sebuah Special Purpose Company (SPV) yang bergerak di sektor energi terbarukan. SPV ini akan mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (Solar PV) berkapasitas 200 MW di KEK Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah.

Yakni sebuah proyek yang mencerminkan komitmen nyata terhadap transisi energi bersih di Indonesia. Tak hanya itu, Enjelica juga mengemban peran sebagai Indonesian Legal Counsel bagi SPV tersebut dalam transaksi pembiayaan lintas negara. Pada saat realisasinya, proyek ini diproyeksikan menjadi proyek pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Indonesia. 

Tak berhenti di situ, perempuan kelahiran Manado ini juga fokus pada monetisasi dan pengembangan proyek karbon. Menanggapi minimnya panduan teknis di bidang karbon, Enjelica memimpin tim PSHP Adrem Law dalam menyusun panduan regulasi yang komprehensif, menggabungkan aspek teoritis dan praktis. Panduan tersebut bahkan dimuat di salah satu direktori hukum internasional terkemuka, menjadi sumber penting bagi investor global yang ingin memahami potensi dan lanskap regulasi pasar karbon di Indonesia. 

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info