Migrant Care Desak Perbaikan Data Pemilih Luar Negeri
Berita

Migrant Care Desak Perbaikan Data Pemilih Luar Negeri

Data sementara masih jauh dari jumlah TKI yang ada di luar negeri.

ANT
Bacaan 2 Menit

Kemudian di DPSLN Johor Bahru Malaysia, diduga banyak pemilih ganda. Misalnya satu nama dipakai untuk 100-300 orang, seperti Agus (207 pemilih) dan Abdullah (200 pemilih).

Lalu di DPSLN Penang, Malaysia, ditemukan nomor paspor pemilih secara berurutan serta nama-nama negara dalam nomor paspor tersebut.

Migrant CARE juga menemukan daftar pemilih sementara dengan mencantumkan nomor paspor yang diisi dengan nama-nama daerah di Indonesia dan luar negeri. Misalnya nama WNI Siti Murtini, nomor paspor Malang, nama WNI Sri Maryati nomor paspor Guangdong. Di DPLSN Hong Kong, juga terdapat daftar pemilih sementara yang mencantumkan nomor paspor hanya tiga digit.

"Taiwan belum masuk dalam DPSLN 2014, padahal dalam data agregat WNI yang tercatat di perwakilan RI yang merupakan daftar potensial pemilih, ada 238.639 daftar potensial pemilih di Taiwan," kata Anis Hidayah.

Migrant CARE mendesak KPU beserta Pokja Pemilu luar negeri untuk segera memperbaiki DPSLN tersebut baik dari sisi peningkatan jumlah yang lebih representatif maupun dari sisi keakuratan data pemilih sebelum ditetapkan sebagai DPTLN.

"Kami juga minta Bawaslu untuk mengawasi tahapan penetapan DPSLN dan DPTLN," demikian Anis Hidayah.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info