Militansi dan Tekad Kuat Jadi Strategi HADS Partnership Berkembang di Industri Hukum
Terbaru

Militansi dan Tekad Kuat Jadi Strategi HADS Partnership Berkembang di Industri Hukum

Setiap perkara unik dan berbeda satu sama lain. Oleh karenanya, setiap konsultan hukum perlu memiliki pendekatan jitu yang fokus pada tujuan utama klien.

Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 4 Menit
Managing Partner HADS Partnership, Sugiharta Gunawan. Foto: istimewa.
Managing Partner HADS Partnership, Sugiharta Gunawan. Foto: istimewa.

Menghadapi dinamika dan kompleksitas perkara yang kian meningkat, semangat militan dan tekad kuat punya peran penting menentukan keberlangsungan sebuah kantor hukum. Apalagi industri hukum pada masa ini, sudah jauh berkembang ketimbang sepuluh atau 20 tahun lalu. Pada satu sisi, kesempatan untuk menjadi lawyer atau membuka kantor hukum saat ini, dapat dikatakan sangat mudah. Namun, di sisi lain—kemudahan tersebut juga punya konsekuensi pada tajamnya persaingan antara sesama lawyer dan kantor hukum.

 

Militansi, harus dimiliki ketika seorang lawyer membela dan mempertahankan hak maupun kepentingan klien. Ini berlaku bagi seluruh perkara, tanpa membeda-bedakan besar atau kecilnya. Sementara itu, tekad kuat dan semangat melayani secara tulus juga menjadi fondasi, sebab pada dasarnya, advokat punay tugas membantu masyarakat yang membutuhkan. 

 

Menyadari bahwa setiap kantor hukum harus punya strategi untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan ketat, HADS Partnership memandang setiap perkara merupakan tantangan unik yang memerlukan pendekatan khusus; tanpa harus menggeser fokus pada tujuan utama klien. Itu sebabnya, kualitas utama yang harus dimiliki sebuah kantor hukum adalah ketekunan dan jiwa pantang menyerah. Hal ini, tentu saja harus diimbangi dengan kreativitas, baik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada klien maupun memperkenalkan nama kantor hukum tersebut kepada masyarakat.

 

"Upaya atau tindakan hukum hanyalah merupakan cara atau alat yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan tersebut. Walaupun terdengar sangat sederhana, sering kali kami melihat bahwa tujuan ini menjadi bias dan kabur ketika perkara tersebut sedang berjalan, karena faktor ego dan perasaan,” kata Managing Partner HADS Partnership, Sugiharta Gunawan. 

 

Setidaknya, terdapat dua tantangan terbesar yang kerap ditemui lawyer HADS Partnership, terutama ketika menangani perkara yang kompleks. Pertama, keberanian. HADS Partnership mengakui, ada tuntutan bagi lawyer untuk berani menghadapi setiap tantangan—termasuk jika harus berhadapan dengan lawan yang ‘besar’, seperti oknum pejabat, aparat arogan, atau preman yang tak mau tahu aturan. Keberanian ini, semestinya diimbangi dengan kemampuan negosiasi yang tepat dan pendekatan personal yang efektif, sehingga risiko konflik dapat dikurangi semaksimal mungkin.

 

Kedua, keinginan untuk belajar dan tidak merasa cukup. “Hanya dengan mental ini, setiap lawyer kami dapat berkembang dan menangani perkara secara maksimal. Kami percaya, kegigihan kami dalam penanganan perkara dan pendekatan praktis dan solutif ini yang membawa kami mendapatkan lebih banyak kepercayaan dengan klien,” Sugiharta menambahkan.

 

Mengelola Ekspektasi dan Memanfaatkan Teknologi

HADS Partnership memahami, keinginan klien untuk meraih kemenangan dalam setiap perkara harus diimbangi dengan pendekatan yang rasional dan realistis. Di sinilah, lawyer berperan untuk terus mengedukasi klien, sehingga ekspektasi dan keinginan tersebut harus rasional, realistis, dan sesuai kaidah hukum yang berlaku.

 

Sedari awal, HADS Partnership tidak pernah menjanjikan hasil apa pun, sebab hal ini bertentangan dengan kode etik profesi advokat. Sebagai gantinya, HADS Partnership menjanjikan upaya terbaik dan maksimal.

 

“Komunikasi yang baik adalah kunci bagaimana kami dapat menjembatani ekspektasi dan kenyataan yang dihadapi dalam penanganan perkara," ujar Sugiharta.

 

Untuk memaksimalkan layanannya, HADS Partnership juga membangun satu sistem untuk efisiensi dan transparansi penanganan perkara. Sistem ini memungkinkan HADS Partnership untuk memonitor, mengawasi penanganan perkara, serta mencatat setiap perkembangan yang terjadi. Nantinya, informasi mengenai perkembangan perkara ini akan secara otomatis dikirimkan kepada klien, sehingga mereka dapat memantau proses perkara dengan lebih baik.

 

Memasuki tahun keenam 'Hukumonline’s Top 100 Indonesian Law Firms 2023', HADS Partnership menjadi satu dari 210 kantor hukum yang tercatat masuk dalam sejumlah kategori, di antaranya Largest Litigation Law Firms 2023; Litigation Law Firm of the Year 2023; Top 100 Indonesian Law Firms 2023; dan Most Female Partners Law Firm 2023.  

 

"Penghargaan 'Hukumonline’s Top 100 Indonesia Law Firms 2023' adalah salah satu contoh hal kreatif yang dapat dimanfaatkan oleh kantor hukum seperti HADS Partnership dalam memperkenalkan diri kepada masyarakat. Kami menganggap penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada klien. Kami menyebarkannya melalui berbagai media formal sebagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan klien terhadap layanan kami," ungkap Sugiharta.

 

Fokus Membangun Kualitas Internal

HADS Partnership tidak hanya berfokus pada pelayanan kepada klien, tetapi juga memperhatikan pengelolaan internal untuk memastikan kualitas layanan yang optimal. Hal ini dibuktikan dengan dijalankannya pertemuan rutin setiap minggu dan bulannya, untuk membahas perkembangan perkara pada masing-masing tim dan sharing pengalaman maupun ilmu dari perkara yang sudah ditangani.

 

Komitmen untuk terus belajar dan berbagi pengetahuan lantas menjadi salah satu nilai utama di HADS Partnership. Melalui pertemuan rutin ini, tim lawyer dapat memperbarui pengetahuan mereka dan memperkaya pengalaman dalam menangani berbagai kasus. Nilai plus lain, cara ini dianggap mampu mengantisipasi tantangan kompetisi di industri hukum.

 

Adapun kantor ini ini tidak hanya berfokus pada pengembangan internal, tetapi juga memberikan dukungan penuh bagi pengembangan profesional para lawyer. Dengan memberikan kesempatan untuk mengambil kursus dan pendidikan tambahan, HADS Partnership berusaha untuk memastikan bahwa timnya tetap terdepan dalam bidang hukum.

 

"Secara eksternal kami juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi lawyer-lawyer kami untuk mengembangkan diri dan mengambil setiap kursus, workshop maupun pendidikan untuk memperluas wawasan, ilmu, dan pengalaman mereka,” Sugiharta menerangkan.

 

Menghadapi tantangan persaingan yang semakin ketat, HADS Partnership menekankan pentingnya pengembangan strategis dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Mereka memahami bahwa untuk tetap bersaing, perubahan dan peningkatan harus terus dilakukan. Termasuk, menambah dan merekrut lawyers (fee earners).

 

“Terakhir, mengenai kualitas SDM. Apabila kami menemukan kandidat lawyer yang memiliki kualitas, mental, dan kapabilitas yang baik, kami tidak segan untuk menambah fee earners,” pungkas Sugiharta.

 

Artikel ini merupakan kerja sama antara Hukumonline dengan HADS Partnership.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info