Pojok MPR-RI

MPR Ajak Warganet Sejukan Masyarakat Melalui Status Pancasilais

Terdapat empat point deklarasi. Yakni tidak menyebarkan konten hoax dan SARA, bijak bermedia sosial sesuai dengan Pancasila, menerapkan Empat Pilar MPR dalam literasi digital, dan  bersatu membuat keren Indonesia dengan konten yang positif.

Oleh:
RED
Bacaan 2 Menit
Foto: Humas MPR
Foto: Humas MPR

Di hadapan 44 bloger, netizen, dan penggiat media sosial (warganet) yang datang dari 11 provinsi. Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR Ma'ruf Cahyono mengatakan  kelompok ini merupakan komunitas masyarakat yang strategis. "Untuk itu kita ajak mereka mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika", ujarnya di Jakarta, Minggu (9/12).

 

Dalam kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 7-9  Desember 2018, mereka mendiskusikan dan membahas mengenai implementasi Empat Pilar. Selanjutnya menjadi bahan warganet dalam tulisan atau status yang mereka unggah dalam keseharian di online. Tulisan atau status yang mereka unggah, diharap Ma'ruf Cahyono mampu menjadi penyejuk suasana di masyarakat.

 

"Masyarakat sekarang sangat dinamis", tuturnya.

 

Menurutnya apa yang dikomitmenkan oleh mereka diakui sangat luar biasa.  Pria asal Banyumas, Jawa Tengah itu mengatakan  lebih luar biasa apabila nilai-nilai luhur bangsa itu diimplementasikan dalam kehidupan keseharian. Untuk itu diharap sasaran dari tulisan dan status yang ada diperluas. Dikatakan Ma'ruf, teknologi informasi yang ada saat ini tidak hanya disukai oleh anak muda, orang tua pun diakui juga mulai menggandrungi media ini. Ma'ruf Cahyono mempertegas mengajak warganet bersama dengan MPR untuk ikut memperkuat, merawat, dan menjaga Indonesia. 

 

"Bila warganet ikut mensosialisasikan Empat Pilar maka kedudukannya sama dengan anggota MPR. "Mari mensosialisasikan Empat Pilar dengan maksimal," katanya.

 

Ma'ruf berpandangan, MPR adalah rumah kebangsaan. Sebagai rumah bersama maka siapapun berhak menyampaikan aspirasi untuk membuat bangsa ini menjadi lebih baik. Tak saja sebagai rumah kebangsaan, namun juga sebagai pengawal Pancasila. Untuk itu, diharapkan kepada warganet mempublikasikan nilai-nilai Pancasila dalam tulisan atau status di online. Diakui selama mengawal ideologi Pancasila, bangsa ini tak lepas dari pengaruh dan tekanan yang sangat luar biasa yang datang dari dalam atau luar negeri. 

 

"Saya khawatir kalau Pancasila tak dijaga. Sehingga warganet perlu menyampaikan pesan yang kuat untuk menjaga ideologi dan persatuan bangsa," ujarnya.

 

Bagi Ma'ruf Cahyono, semua harus memiliki ketahanan bangsa agar mampu mengatasi dan menghadapi perubahan jaman. Perubahan jaman yang ada harus diikuti dengan ideologi yang dinamis meski demikian tak boleh membuat kita keluar dari jati diri bangsa.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait