Pojok MPR-RI

MPR Serukan Pesan Damai di Tahun Politik

Persoalan beda pilihan dalam Pilpres mesti disikapi secara bijak. Kemudian menanamkan dalam diri bahwa kedua capres merupakan putra bangsa yang tidak diragukan kualitasnya.

Oleh:
RED
Bacaan 2 Menit
Ketua MPR Zulkifli Hasan saat acara Sosialisasi Empat Pilar MPR di Lampung, Rabu (28/11). Foto: Humas MPR
Ketua MPR Zulkifli Hasan saat acara Sosialisasi Empat Pilar MPR di Lampung, Rabu (28/11). Foto: Humas MPR

Ketua MPR Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja serta menggelar acara Temu Tokoh dan Sosialisasi Empat Pilar MPR di beberapa wilayah di Provinsi Lampung. Yakni di kecamatan Terbanggi Besar dan kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah, serta  kota Metro Lampung.

 

Acara yang digelar pada Rabu (28/11)  bertujuan untuk melaksanakan peran serta aktif MPR melakukan upaya-upaya pemahaman terhadap masyarakat Indonesia soal Empat Pilar. Yakni agar dalam menghadapi tahun politik selalu damai, tidak gaduh, tetap saling menyayangi dan menghormati.

 

"Kami MPR datang ke masyarakat di berbagai wilayah Indonesia termasuk Lampung ini untuk menyebarkan pesan damai untuk semua anak bangsa terutama menghadapi tahun politik. Tahun politik, pileg dan pilpres adalah agenda nasional yang biasa saja dan rutin. Setiap lima tahun sekali kita melaksanakan, jadi tidak perlu dihadapi dengan ekstrim, apalagi sampai berantem antar sesama," ujarnya.

 

Menurut Zulkifli Hasan, tahun politik bukan digunakan untuk berperang antar saudara setanah air. Namun digunakan untuk memilih para pemimpin nasional yang bakal membawa bangsa ini maju dan meningkatkan kesejahteraan rakyat pemilih maupun golongan putih. 

 

"Terutama pilpres 2019, saya ingatkan bahwa para capres dan cawapres adalah kader-kader dan figur-figur bangsa yang terbaik yang nantinya akan memimpin negara Indonesia. Walaupun rakyat memiliki pilihan masing-masing yang pasti berbeda semestinya tidak harus saling menghina, bahkan sampai bertarung nyawa hanya karena saling ejek pilihan capresnya masing-masing," katanya. 

 

Pria biasa disapa Zul itu mengajak agar persoalan beda pilihan capres dilihat secara bijak. Kemudian menanamkan dalam diri masing-masing bahwa kedua capres adalah putera-putera bangsa terpilih yang tidak diragukan kualitasnya. Begitu pula, rakyat harus meyakini bahwa siapapun yang terpilih akan mampu mengangkat derajat bangsa, serta mampu menghadirkan kesejahteraan untuk rakyat.

 

"Ini pesan damai saya, pilpres bukan sarana untuk berperang, bukan saling gontok-gontokan, bukan ajang pecah belah, tapi untuk memilih pemimpin yang mampu menghadirkan keadilan untuk segenap rakyat Indonesia berdasarkan Pancasila," lanjutnya.

Berita Terkait

Berita Populer

Berita Terbaru

Lihat Semua