Nilai seperti deliver results dan sustain growth tidak hanya dimaknai sebagai pencapaian target, tetapi juga sebagai dorongan untuk berpikir strategis dan tetap memperhatikan detail dalam setiap proses pengambilan keputusan. Keduanya menuntut kemampuan untuk menghasilkan output yang berkualitas tinggi, sekaligus keberanian dalam mengambil keputusan yang kompleks dan sering kali tidak mudah, dengan tetap selaras dengan prioritas bisnis perusahaan.
Lebih lanjut, setiap keputusan bisnis juga harus mampu mendorong inovasi secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam pentingnya bersikap adaptif, tangkas, dan terbuka terhadap ide-ide baru, baik dalam pengelolaan risiko hukum maupun pengembangan bisnis. Dengan demikian, fungsi legal tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dalam menciptakan nilai tambah.
Naomi menyoroti bahwa konsep sustainable impact dalam praktik hukum masih sering terabaikan. Menurutnya, nilai suatu kontrak tidak berhenti pada saat penandatanganan, melainkan justru diuji pada tahap implementasi.
Dalam pendekatannya, Naomi menekankan pentingnya melihat kontrak dari perspektif praktis, yaitu yang dapat dipahami oleh tim operasional, realistis untuk dijalankan, dan benar-benar dapat diaktifkan ketika dibutuhkan. Dengan demikian, analisis hukum tidak cukup berhenti pada teks, tetapi harus menjangkau aspek implementasi.
Naomi juga berpandangan bahwa klausul yang terlihat sempurna di atas kertas namun tidak dapat diterapkan di level operasional justru berpotensi menimbulkan risiko baru. Di sinilah peran in-house counsel menjadi krusial sebagai penghubung antara aspek hukum dan kebutuhan bisnis, sekaligus memastikan bahwa kontrak tidak hanya bersifat protektif, tetapi juga aplikatif, mudah dipahami, dan relevan untuk diimplementasikan oleh berbagai fungsi seperti engineering, commercial, finance, dan project management.
Bagi Naomi, menjadi perempuan di dunia hukum, khususnya di sektor energi, adalah tentang kemampuan menavigasi antara ekspektasi, realitas, dan peluang. Memiliki strategic mind berarti tidak hanya berfokus pada teks, tetapi juga memahami konteks yang lebih luas. Sementara itu, menciptakan sustainable impact menuntut agar setiap analisis hukum memiliki relevansi nyata dalam implementasi operasional.
Pada akhirnya, Naomi memandang bahwa peran lawyer telah berkembang dari penjaga risiko menjadi mitra strategis bagi bisnis. Dalam perjalanan tersebut, perspektif perempuan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi merupakan elemen esensial dalam memperkaya pengambilan keputusan.
















