Sebagai seorang lawyer muda di tengah dinamika dunia hukum, tuntutan untuk memberikan pandangan dan masukan terbaik sesuai kebutuhan klien merupakan suatu tantangan tersendiri. Integritas dan nilai-nilai moral harus menjadi prinsip dasar sebagai fondasi dalam menapaki tangga demi tangga karier di dunia lawyering.
Pada dasarnya, lawyer dituntut untuk bisa berpikir cepat dan tepat dalam memberikan solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi oleh klien. Lebih dari itu, lawyer juga perlu menjadi navigator yang bisa memberikan arah dengan strategi berpikir dua atau tiga langkah lebih jauh ke depan.
“Hiduplah sedemikian rupa sehingga ketika anak-anakmu memikirkan keadilan, kepedulian, dan integritas, mereka akan memikirkanmu”, sebuah kutipan menarik dari seorang penulis inspiratif dari Amerika Serikat, H. Jackson Brown, Jr., ini selalu menjadi pengingat dalam setiap tindakan yang dilakukan oleh Yunita. Bagi Yunita, integritas menjadi pegangan untuk tetap adaptif dalam memenuhi ekspektasi klien.
Sikap integritas ini sudah dipupuk sejak dini oleh keluarganya dan terus terasah ketika ia menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Semasa kuliah, Yunita juga aktif dalam berbagai organisasi di lingkup fakultas maupun universitas. Selain itu, ia juga sering kali terlibat dalam berbagai riset dan pengabdian masyarakat yang kerap menyoroti pentingnya integritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Berawal dari kegiatan-kegiatan kampus itulah, ia termotivasi untuk menjadi praktisi hukum yang juga mampu memberikan dampak dari keilmuan yang telah dimilikinya dalam menyelesaikan permasalahan hukum. Pengalaman kerja dan bimbingan dari para partner dan senior associate di Dewi Djalal & Partners menjadi langkah baru bagi Yunita untuk terus mengembangkan kemampuannya di dunia lawyering.
Jalan karier sebagai lawyer tidak selamanya mulus. Setiap benturan dan masukan yang diterima Yunita, senantiasa membentuknya menjadi lawyer andal. Tidak cukup bagi seorang lawyer untuk menghapal pasal demi pasal. Seorang lawyer juga harus cerdas, baik secara intelektual maupun emosional.
Integritas juga menjadi modal utama yang mendasari tindakan dan ucapan seorang lawyer. Termasuk nasihat dan pandangan yang disampaikan kepada klien, agar tetap sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengakomodir kebutuhan klien, tapi tetap berada di koridor aman.
















