Profesi advokat/lawyer kerap identik dengan ritme kerja yang padat, tuntutan presisi, dan tekanan yang konstan. Dalam keseharian, seorang praktisi hukum dituntut untuk berpikir cepat, bekerja tepat, serta menjaga kualitas dalam setiap detail pekerjaan. Dalam situasi seperti ini, tidak jarang seseorang sepenuhnya tenggelam dalam rutinitas profesionalnya.
Namun, bagi Praxedis Ajeng, menjalani profesi sebagai praktisi hukum bukan semata soal menyelesaikan pekerjaan dengan tepat, melainkan juga tentang menjaga cara pandang yang tetap utuh. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya dibentuk dari ruang kerja, melainkan terus terhubung dengan pengalaman, relasi, dan keterlibatan sosial yang membentuk kepekaan dalam menjalani perannya sebagai praktisi hukum.
Di tengah kesibukan tersebut, Praxedis secara konsisten terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, pengembangan diri, dan pelayanan. Semasa kuliah, ia pernah menjabat sebagai ketua organisasi kemahasiswaan di bidang seni Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Hingga saat ini, ia juga aktif menjabat sebagai ketua Orang Muda Katolik di gerejanya. Komitmen tersebut bahkan melampaui lingkup lokal.
Praxedis turut terlibat dalam kegiatan kemanusiaan bertaraf internasional dengan rangkaian kegiatan yang tidak singkat. Pada Mei 2026 mendatang, ia dijadwalkan mewakili Indonesia dalam pertemuan kongregasi Alphonsian Youth Gathering se-Asia-Oceania di Filipina.
“Kadang rasanya capek. Yang seharusnya pulang kantor bisa langsung istirahat, tapi ini harus berkegiatan lain lagi,” ujar Praxedis.
Meski demikian, bagi Praxedis, kelelahan itu bukan alasan untuk berhenti. Ia melihat pekerjaan dan kepedulian terhadap sesama sebagai hal yang saling berkaitan, bukan pilihan yang harus dipisahkan. Ketika ditanya mengenai moto hidupnya, jawabannya sederhana namun tegas, “Saya selalu merasa bahwa hidup saya bukan hanya untuk saya sendiri, tetapi juga harus menjadi berkat bagi orang lain.”
Nilai inilah yang menjadi dasar sekaligus penggerak bagi setiap langkah yang ia ambil, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sosialnya.
















