Naomi Elvienne dan Pergeseran Peran In-House Counsel di Industri Energi
Hukumonline NeXGen Lawyers 2026

Naomi Elvienne dan Pergeseran Peran In-House Counsel di Industri Energi

Perjalanan Naomi menunjukkan transformasi peran lawyer yang semula sebagai penjaga risiko, menjadi mitra strategis bisnis yang mampu mengintegrasikan analisis hukum, perspektif komersial, dan realitas operasional untuk menciptakan dampak berkelanjutan di sektor energi yang kompleks.

Tim Hukumonline
Bacaan 5 Menit
Senior Counsel PT Medco Power Indonesia, Naomi Elvienne. Foto: Istimewa
Senior Counsel PT Medco Power Indonesia, Naomi Elvienne. Foto: Istimewa

Naomi Elvienne yang akrab disapa Naomi, memulai kariernya sebagai seorang lawyer di kantor hukum internasional, yang memberikan fondasi kuat dalam berpikir strategis, memahami kompleksitas transaksi, ketelitian dalam drafting, serta menjunjung standar profesionalisme yang tinggi.
Peralihan menjadi in-house counsel di sektor energi, khususnya di Medco Power sebagai salah satu perusahaan energi nasional terkemuka, membawa dimensi yang berbeda. Pengalaman ini membuat Naomi memahami hukum, sekaligus bisnis, risiko, dan realita operasional.

Sebagai perempuan yang berkarier di sektor energi, ada kenyataan yang tidak dapat diabaikan, yaitu bahwa industri ini secara historis didominasi oleh perspektif maskulin. Dalam berbagai forum, baik negosiasi, pertemuan teknis, maupun diskusi strategis, Naomi kerap berada dalam posisi sebagai satu dari sedikit, bahkan terkadang satu-satunya perempuan di dalam ruangan.
Tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait aspek representasi, tetapi juga mencakup upaya membangun kredibilitas, menyampaikan pandangan secara asertif, serta mempertahankan profesionalisme dalam lingkungan yang belum sepenuhnya inklusif.

Di sisi lain, kondisi tersebut justru membuka ruang bagi perempuan untuk menghadirkan pendekatan yang berbeda. Ketelitian, sensitivitas terhadap dinamika, serta orientasi kolaboratif menjadi nilai tambah yang relevan dalam proses kerja. Pendekatan ini bukan untuk menggantikan praktik yang telah ada, melainkan untuk melengkapi dan memperkaya kualitas pengambilan keputusan.

Dalam perannya sebagai in-house counsel, Naomi menekankan pentingnya pergeseran perspektif dari sekadar what the contract says menjadi what the contract means for the business. Peran lawyer tidak lagi terbatas pada identifikasi risiko, tetapi juga mencakup penyusunan solusi yang aplikatif dan selaras dengan kebutuhan bisnis.

Naomi menerapkan prinsip always go beyond the clause, di mana setiap klausul dikaji tidak hanya dari sisi redaksional, tetapi juga dari implikasi finansial, dampak terhadap timeline proyek, serta keberlakuannya secara operasional maupun transaksional. Pendekatan ini menuntut adanya cost-benefit analysis yang konsisten, bahwa tidak semua risiko harus dieliminasi, melainkan dikelola, dan tidak semua proteksi maksimal selalu menjadi opsi paling optimal.

Menurut Naomi, analisis tersebut tidak selalu memerlukan model yang kompleks. Dalam praktiknya, simple logic dengan disertai pemahaman bisnis yang kuat sering kali menjadi kunci untuk menyederhanakan isu kompleks menjadi keputusan yang actionable.

Untuk semakin memperkuat relevansi pendekatan tersebut, Naomi juga mengaitkannya dengan nilai-nilai Medco Leadership Behaviors yang menjadi pedoman dalam menjalankan perannya.

Nilai seperti deliver results dan sustain growth tidak hanya dimaknai sebagai pencapaian target, tetapi juga sebagai dorongan untuk berpikir strategis dan tetap memperhatikan detail dalam setiap proses pengambilan keputusan. Keduanya menuntut kemampuan untuk menghasilkan output yang berkualitas tinggi, sekaligus keberanian dalam mengambil keputusan yang kompleks dan sering kali tidak mudah, dengan tetap selaras dengan prioritas bisnis perusahaan.

Lebih lanjut, setiap keputusan bisnis juga harus mampu mendorong inovasi secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam pentingnya bersikap adaptif, tangkas, dan terbuka terhadap ide-ide baru, baik dalam pengelolaan risiko hukum maupun pengembangan bisnis. Dengan demikian, fungsi legal tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dalam menciptakan nilai tambah.

Naomi menyoroti bahwa konsep sustainable impact dalam praktik hukum masih sering terabaikan. Menurutnya, nilai suatu kontrak tidak berhenti pada saat penandatanganan, melainkan justru diuji pada tahap implementasi.

Dalam pendekatannya, Naomi menekankan pentingnya melihat kontrak dari perspektif praktis, yaitu yang dapat dipahami oleh tim operasional, realistis untuk dijalankan, dan benar-benar dapat diaktifkan ketika dibutuhkan. Dengan demikian, analisis hukum tidak cukup berhenti pada teks, tetapi harus menjangkau aspek implementasi.

Naomi juga berpandangan bahwa klausul yang terlihat sempurna di atas kertas namun tidak dapat diterapkan di level operasional justru berpotensi menimbulkan risiko baru. Di sinilah peran in-house counsel menjadi krusial sebagai penghubung antara aspek hukum dan kebutuhan bisnis, sekaligus memastikan bahwa kontrak tidak hanya bersifat protektif, tetapi juga aplikatif, mudah dipahami, dan relevan untuk diimplementasikan oleh berbagai fungsi seperti engineering, commercial, finance, dan project management.

Bagi Naomi, menjadi perempuan di dunia hukum, khususnya di sektor energi, adalah tentang kemampuan menavigasi antara ekspektasi, realitas, dan peluang. Memiliki strategic mind berarti tidak hanya berfokus pada teks, tetapi juga memahami konteks yang lebih luas. Sementara itu, menciptakan sustainable impact menuntut agar setiap analisis hukum memiliki relevansi nyata dalam implementasi operasional.

Pada akhirnya, Naomi memandang bahwa peran lawyer telah berkembang dari penjaga risiko menjadi mitra strategis bagi bisnis. Dalam perjalanan tersebut, perspektif perempuan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi merupakan elemen esensial dalam memperkaya pengambilan keputusan.

Direktur Utama/CEO Medco Power, sekaligus Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) dan Ketua WKU Investasi, Eka Satria, menyatakan bahwa Naomi secara konsisten menunjukkan kapabilitas sebagai in-house counsel yang bekerja secara lincah dan strategis dalam mendukung proses pengambilan keputusan di perusahaan. Ia mampu mengintegrasikan perspektif hukum dengan kepentingan finansial secara terukur, sehingga memberikan nilai tambah yang nyata bagi bisnis.

Di APLSI, perannya sebagai Wakil Ketua Komite Legal sangat signifikan dalam mengawal dan mendorong berbagai agenda strategis asosiasi. Sebagai salah satu pengurus perempuan termuda, Naomi merepresentasikan kombinasi kompetensi, kepemimpinan, dan potensi masa depan yang kuat. 

Selain itu, Naomi juga berperan aktif di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, khususnya mendukung WKU Investasi – Legal, yang semakin memperkuat kontribusinya dalam mendorong sinergi antara aspek hukum dan pengembangan investasi.

Direktur Operasi/COO Medco Power, Imron Gazali, juga menyampaikan, awalnya Naomi bekerja di Medco Power sebagai external counsel. “Dengan peran ini, ia menunjukkan kemampuan belajar dan adaptasi yang cepat dalam memahami tujuan korporasi, proses dan prosedur, serta budaya kerja perusahaan,” ujar Imron.

Naomi, sebagai legal counsel dengan pengalaman sepuluh tahun, memiliki kompetensi yang mumpuni dalam analisis legal, persiapan pembahasan berbagai kontrak perusahaan, dengan kemampuan verbal dan nonverbal bahasa Inggris yang sangat baik. Kehadirannya mendukung komunikasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan dan mitra internasional.

Selain kemampuan serta kompetensi di bidang legal dan kontraktual, Naomi juga menunjukkan kemampuan komersial yang tidak banyak dimiliki oleh seorang legal counsel. Kemampuan commercial acumen  ini sangat membantu Naomi dalam bernegosiasi kontrak komersial mewakili kepentingan perusahaan.
Sebagai hasilnya, perusahaan menawarkan kesempatan bekerja dan bergabung langsung di Medco Power. Sejak akhir 2024, Naomi bergabung dengan Medco Power pada posisi senior legal counsel, suatu posisi yang sangat strategis di tim legal korporat, dan ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari perusahaan. 

Keputusan perusahaan di atas memang tepat, mengingat kontribusi Naomi yang signifikan selama ini di area legal, termasuk kontrak komersial perusahaan. Naomi berhasil menunjukkan kepiawaiannya dalam negosiasi beberapa kontrak komersial yang bernilai di atas USD 100 juta dengan kontraktor, mitra internasional perusahaan ataupun juga dengan PLN. 

Dengan arahan yang tidak terlalu detail dan delegasi wewenang yang terukur, perusahaan sudah memberikan kepercayaan kepada Naomi untuk melaksanakan negosiasi kontrak-kontrak utama perusahaan yang penting seperti PPA, O&M, EPC. Di masa mendatang, Naomi diyakini mampu mengembangkan kemampuan serta kompetensi, tidak hanya di areanya pada bidang legal dan kontraktual, tetapi juga di bidang komersial dan bahkan mungkin di bidang teknis, sejalan dengan dinamika serta perkembangan bisnis IPP dan O&M Medco Power yang pesat. 

Kemauannya untuk terus belajar terutama di area-area baru akan menjadi modal besar bagi Naomi untuk memberikan kontribusi dan nilai tambah yang lebih nyata bagi perusahaan kemudian hari.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info