Nasabah Laporkan Pimpinan Cabang BCA ke Polisi
Aktual

Nasabah Laporkan Pimpinan Cabang BCA ke Polisi

Oleh:
ANT
Bacaan 2 Menit
Nasabah Laporkan Pimpinan Cabang BCA ke Polisi
Hukumonline

Seorang nasabah, Johanna Susyanti melaporkan pimpinan Kantor Cabang Pembantu Bank Central Asia (KCP BCA) Pondok Indah ke Polda Metro Jaya lantaran kehilangan uang tabungan sekitar Rp10 juta.

"Kita membuat laporan polisi dugaan penggelapan uang nasabah atas nama Johanna Suyanti," kata pengacara Johanna, Sadianto Tambunan di Markas Polda Metro Jaya, Kamis.

Sardianto menjelaskan kejadian berawal saat kliennya akan membeli barang dengan cara bertransaksi debit di Anjungan Tunai Mandiri (ATM), 31 Mei 2012. Namun ditolak karena dana yang tersisa tidak cukup. Selanjutnya, Johanna mendatangi Kantor BCA terdekat untuk mencetak buku dan menanyakan dana tabungan tersisa hanya Rp50 ribu.

Sardianto menyebutkan Johanna memiliki uang tabungan sebesar Rp10 juta per 10 Mei 2012, namun pihak bank menginformasikan ada penarikan dana melalui ATM di pusat perbelanjaan Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan.

Pihak BCA memberitahukan ada penarikan dana tunai milik Johanna melalui ATM Citos sebanyak sembilan kali dengan besar Rp1 juta sekali transaksi dengan jumlah total hampir mencapai Rp10 juta pada 23 Mei 2012.

Sardianto menuturkan kliennya melaporkan KCP BCA Pondok Indah, karena pihak manajemen bank dinilai tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan dana rekening Johanna.

"Kita sudah mediasi melalui Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), namun tidak ada iktikad baik dari pihak BCA," ujar Sardianto.

Bahkan, Sardianto mengungkapkan pihak BCA tidak bersedia mengganti uang tabungan Johanna, karena menunggu proses hukum dan kepolisian menangkap pelakunya.

Sardianto menduga kasus kehilangan dana nasabah BCA melibatkan orang dalam, sebab transaksi ATM bank bekerja berdasarkan sistem.

Berdasarkan laporan polisi, Johanna melaporkan manajemen KCP BCA Pondok Indah dengan tuduhan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan juncto Undang-Undang Perbankan.

Tags: