Sosok Nurul Afifah berkarier di perusahaan layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi menjadi bagian dari ‘Three Line of Defense’. Jabatan Compliance Senior Analyst yang diampunya memiliki peran penting di PT Amartha Mikro Fintek, perusahaan tempatnya bernaung.
Perusahaan tempatnya bekerja terus bertransformasi dengan didorong kemajuan teknologi yang pesat, globalisasi dan perubahan kebutuhan serta ekspektasi masyarakat terutama kaum Perempuan.
Nurul yang lulusan Fakultas Hukum Universitas Pancasila itu yakin perempuan Indonesia memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh, inovatif dan visioner. Tak saja sekedar menerima dan mengelola perubahan, tetapi juga menjadi pelopor dan merangkul setiap tantangan serta peluang yang ditawarkan di setiap kesempatan yang ada.
Ia yakin, pemimpin yang berhasil di dunia hukum adalah mereka yang dapat menyesuaikan diri dengan cara terus berkembang dari segala aspek. Setidaknya hal tersebut dilakukan tak saja mengadopsi peraturan perundangan yang baru, tapi juga teknologi baru serta membangun budaya inovasi secara berkelanjutan di organisasi.
Baginya, sosok pemimpin mesti mampu mengarahkan dan menciptakan terobosan baru dalam bidang hukum yang terus berkembang. Nah, tujuannya untuk menciptakan solusi yang lebih efektif, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Termasuk mendorong timnya untuk selalu bereksperimen dengan metodologi baru yang dapat meningkatkan kepatuhan dalam hukum dan efisiensi di segala sisi.
“Serta mampu berpikir di luar kotak dan menemukan cara-cara baru untuk memecahkan tantangan yang ada,” ujarnya.
Menjejakan karier sebagai compliance di lembaga jasa keuangan hingga saat ini membuat Nurul peka terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan kepatuhan terhadap Regulator. Setidaknya selama 6 tahun bekerja sebagai compliance, Nurul acapkali menghadapi berbagai tantangan.
















