Paralegal berperan penting dalam membantu praktik hukum baik yang dilakukan advokat atau lembaga bantuan hukum. Sebagai upaya meningkatkan kualitas paralegal, pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menyelenggarakan pelatihan paralegal tingkat nasional. Sekitar 2.500-an peserta mengikuti kegiatan paralegal ini dan tercatat di rekor Muri sebagai peserta perempuan terbanyak.
Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan pelatihan ini penting karena banyak persoalan yang dihadapi masyarakat lapisan bawah. Misalnya, masalah inses, tidak mudah diselesaikan karena pelakunya mulai dari anak dan kakak kandung, paman, dan lainnya.
Organisasi Muslimat NU berada sampai di tingkat desa, dan diharapkan menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Sejak 3 tahun lalu Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah memulai paralegal berbasis kepala desa. Untuk mendorong persoalan hukum bisa selesai di tingkat desa, sehingga perkara tidak menumpuk di pengadilan dan pembinaan di lapas.
“Kami berharap Muslimat NU bisa memberikan layanan mediasi bagi persoalan hukum yang dihadapi masyarakat bawah,” kata Khofifah Indar Parawansa dalam Pembukaan Pelatihan Paralegal Nasional Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (14/6/2025).

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah menyebut persoalan tanah dan waris banyak dihadapi masyarakat. Misalnya, sebelum wafat kakek mewakafkan sebidang tanah untuk madrasah dan tempat ibadah. Tapi keturunan generasi berikutnya ada yang merasa tidak ikut menandatangani tanah wakaf tersebut, sehingga bidang tanah itu diklaim dan diambil alih.
Menurut Khofifah, tercatatnya pelatihan paralegal ini dalam rekor Muri penting untuk merekam capaian Muslimat NU. Sebagai sejarah bagi organisasi yang melakukan langkah penegakan hukum dan mendapat dukungan dari pemerintah. Apalagi rekor ini spesifik yakni peserta pelatihan paralegal yang seluruh pesertanya perempuan. “Kami berharap semua peserta pelatihan paralegal bisa lulus dan tersertifikasi,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Rumadi Ahmad, menekankan pentingnya paralegal dan akses terhadap keadilan. Paralegal sebagai jembatan bagi masyarakat untuk mengakses keadilan. Pelatihan paralegal ini kegiatan strategis bagi NU dan patut dicontoh lembaga lainnya. “Muslimat sudah memberi contoh dan lembaga lain di lingkungan NU tinggal mengikuti apa yang dicontohkan ini,” pesannya.
















