Pembelian Tenda untuk Presiden Dikritik
Berita

Pembelian Tenda untuk Presiden Dikritik

Biaya pembelian berasal dari anggaran BNPB yang tidak terpakai.

RFQ
Bacaan 2 Menit
BNPB alokasikan biaya Rp15 miliar untuk pembelian tenda presiden dan rombongan. Foto: Sgp
BNPB alokasikan biaya Rp15 miliar untuk pembelian tenda presiden dan rombongan. Foto: Sgp

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalokasikan biaya hingga Rp15 miliar untuk membeli posko portable yang akan dipakai untuk presiden dan rombongan saat mengunjungi lokasi bencana. Tenda juga bisa dipakai warga korban bencana. Lantaran portable, tenda itu bisa dipindah-pindah ke setiap lokasi bencana. Di bawah tenda belasan miliar itulah presiden dan rombongan berteduh.

Gagasan itu sudah disampaikan Ketua BNPB Syamsul Ma’arif di DPR, Kamis (13/9). Syamsul membandingkan dengan tenda yang dipersiapkan untuk pemimpin Libya Moammar Khadafi (alm). “Kalau Khadafy itu tendanya bentuk rumah,” ujar Syamsul. BNPB terinsiprasi penyediaan tenda untuk presiden dan rombongan di lokasi bencana dari Kanada, Turki dan Australia.

Rencana itu langsung mendapat kritik. Ketua DPR Marzuki Ali menilai pembelian tenda seharga miliaran rupiah terlampau berlebihan. Pengadaan tenda khusus presiden dan rombongan kurang bermanfaat, dan bentuk pemborosan anggaran. APBN antara lain berasal dari pajak masyarakat, sehingga BNPB seharusnya mendahulukan kepentingan masyarakat korban bencana. "Menurut saya tidak perlu (pembelian tenda--red) itu," ujarnya.

Wakil ketua Komisi III DPR, Nasir Jamil, juga melayangkan kritik senada. Menurut dia, presiden dan pejabat negara tidak perlu mendapat tempat khusus saat meninjau lokasi bencana. Sebaliknya, presiden dan pejabat negara harus berempati dengan korban bencana.

Politisi PKS ini menegaskan, korban bencana adalah prioritas untuk mendapat tempat yang layak. Jadi, BNPB seharusnya lebih mengutamakan kebutuhan korban daripada pemerintah. "Presiden dan pejabat bisa menumpang sebentar di tenda-tenda daruratn" ujarnya.

Syamsul menepis anggapan posko portable hanya digunakan untuk presiden dan rombongan pejabat. Warga korban bencana juga bisa menggunakannya. Termasuk juga para petugas pengendali bencana.

Syamsul juga menegaskan biaya pembelian posko portable diambil dari anggaran yang tak terpakai. Sehingga tidak terlalu memberatkan. Selain itu, pengadaan tenda akan disesuaikan dengan kebutuhan. Saat ini, rencananya baru dibeli tenda sekitar 20 kontainer, yang bisa dibawa ke setiap lokasi bencana.

Syamsul juga menjamin tenda ini akan diproduksi di dalam negeri. Beberapa perusahaan sudah mengajukan penawaran. Bentuknya bisa berupa tenda mewah atau kontainer. Seraya menunggu persetujuan Presiden, BNPB belum memutuskan bentuk yang akan dipakai.

Tetapi Nasir Jamil tetap mempertanyakan bagaimana mungkin ada anggaran BNPB tahun 2012 yang tak terpakai. Padahal hingga kini banyak korban bencana alam yang belum mendapatkan bantuan layak. Ia tetap menilai pembelian tenda senilai 15 miliar adalah pemborosan. "Saya pikir tidak perlu ada tenda seharga 15 milyar. Ada-ada saja BNPB," pungkasnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info