Pemicu Serangan AS-Israel ke Iran: Ancaman Nuklir dan Politik Regional
Terbaru

Pemicu Serangan AS-Israel ke Iran: Ancaman Nuklir dan Politik Regional

Serangan dipicu isu nuklir, rudal, dan gagalnya diplomasi.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit
Hukumonline
Hukumonline

Amerika Serikat dan Israel resmi melakukan serangan udara terkoordinasi ke sejumlah target strategis di Iran pada Sabtu (28/2/2026) kemarin. Serangan tersebut merupakan dampak dari ketegangan terus memanas dalam beberapa minggu terakhir. Mulai dari rangkaian panjang sejarah, kebuntuan diplomasi, serta dinamika politik domestik Iran yang membentuk jalur menuju konfrontasi terbuka.

Serangan operasi militer tersebut menyasar fasilitas yang berkaitan dengan program nuklir, sistem rudal balistik, hingga pusat komando. Dilansir dari Hindustan Times, Washington menamai aksi tersebut sebagai Operation Epic Fury, sementara itu Israel menyebutnya Operation Roaring Lion.

Permusuhan bermula pada 1953, ketika badan intelijen AS yakni Central Intelligence Agency (CIA) membantu menggulingkan Perdana Menteri Iran, Mohammad Mossadeq yang menasionalisasi industri minyak. 

Kudeta tersebut mengembalikan kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang pro-Barat, namun sosoknya sangat tidak populer di dalam negeri. Dukungan Amerika Serikat terhadap Shah kemudian menjadi salah satu pemicu utama Revolusi Iran pada 1979, yang mengubah Iran menjadi republik Islam di bawah kepemimpinan Ayatollah Khomeini dan secara terbuka menentang dominasi AS di Timur Tengah.

Ketegangan memuncak pada krisis penyanderaan di Kedutaan Besar AS di Teheran (1979-1981). Peristiwa ini berujung pada pemutusan hubungan diplomatik antara kedua negara serta pemberlakuan sanksi ekonomi.

Perang Iran-Irak selanjutnya menjadi salah satu konflik paling berdarah di Timur Tengah pada abad ke-20. Iran menghadapi invasi dari Irak yang dipimpin Saddam Hussein, yang khawatir revolusi Islam Iran akan menyebar ke negaranya.

Meskipun Amerika Serikat tidak terlibat langsung di medan perang, Washington tetap memberikan dukungan intelijen, persenjataan, dan logistik kepada Irak sebagai bagian dari strategi untuk menahan pengaruh revolusioner Iran di kawasan.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info