Setelah berlangsung selama kurang lebih satu bulan, gelaran Pertandingan Persahabatan Antar Konsultan Hukum (PPAKH) XXVI akhirnya mencapai puncaknya. Acara penutupan yang digelar di Hotel Le Méridien Jakarta itu berlangsung meriah dengan kehadiran 16 firma hukum yang menjadi peserta dalam ajang tahunan tersebut.
PPAKH XXVI menjadi momentum istimewa setelah ajang ini sempat vakum selama enam tahun. Kehadiran kembali PPAKH membawa warna baru bagi kantor-kantor hukum dan konsultan hukum yang selama ini akrab dengan rutinitas profesional. Melalui PPAKH, suasana kompetisi berubah menjadi ajang persahabatan yang menekankan kebersamaan, sportivitas, dan saling mendukung antarpeserta.
Rangkaian acara penutupan diawali dengan battle of the bands yang diikuti oleh 16 firma hukum peserta. Masing-masing tampil enerjik dengan membawakan lagu-lagu populer dan bertransformasi menjadi band yang menghibur para tamu undangan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman para juara dari enam cabang olahraga serta dua kategori tambahan, yakni defile pada saat pembukaan dan battle of the bands pada penutupan.
Suasana semakin semarak dengan penampilan spesial dari grup musik RAN. Dengan ciri khas musik dan harmoni vokal mereka, RAN sukses memecah suasana lewat deretan lagu populer, seperti Pandangan Pertama dan Dekat di Hati, yang disambut antusias oleh para peserta.
Sebagai tuan rumah, Managing Partner Nurjadin Sumono Mulyadi & Partners (NSMP), Iwan Nurjadin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PPAKH XXVI. Ia menegaskan, malam penutupan menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama satu bulan, mulai dari futsal putri, padel, mini soccer, hingga battle of the bands.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada co-host kita dari Hukumonline. Mudah-mudahan ke depannya mendampingi siapa pun yang menjadi host,” ujar Iwan, Sabtu (13/12) malam.
.jpg)
Managing Partner Nurjadin Sumono Mulyadi & Partners (NSMP), Iwan Nurjadin. Foto: RES
Lebih lanjut, Iwan menekankan esensi utama PPAKH bukan semata-mata soal kemenangan. Menurutnya, rangkaian kegiatan PPAKH telah menjadi sarana bagi para peserta untuk keluar sejenak dari rutinitas dan memiliki sesuatu yang dinantikan setiap akhir pekan. “Winning isn’t everything. Yang paling penting adalah kebersamaan di antara kita,” katanya.
Ia berharap PPAKH XXVI dapat menjadi momentum kebangkitan agar ajang ini kembali digelar secara rutin setiap tahun. Di akhir sambutannya, Iwan juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan, serta menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, dan para sponsor yang telah memberikan dukungan.
“Tanpa dukungan para sponsor, acara ini tidak mungkin dapat terlaksana. Terima kasih dan selamat menikmati acara penutupan malam ini,” tutupnya.
Adapun dalam kesempatan tersebut, Iwan juga mengumumkan tuan rumah PPAKH tahun depan telah ditetapkan, yakni Makarim & Taira S. Secara simbolik, Iwan menyerahkan tongkat bendera PPAKH XXVI kepada perwakilan dari Makarim & Taira S sebagai bentuk penyerahan tuan rumah seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Ia berharap, penyelenggaraan PPAKH ke depan dapat terus berkoordinasi dengan Hukumonline sebagai mitra penyelenggara.
















