Peran in-house counsel kini semakin vital dalam menjaga kepatuhan hukum dan operasional perusahaan. Kehadiran mereka amat krusial, sebab setiap sektor bisnis memiliki karakternya masing-masing. Pada sektor perbankan dan keuangan, misalnya. Perusahaan harus memiliki fokus yang kuat pada kepatuhan terhadap regulasi dan manajemen risiko, mengingat sektor ini diawasi ketat oleh OJK dan Bank Indonesia. Berbeda halnya dengan sektor startup atau teknologi—yang umumnya harus menghadapi tantangan yang lebih dinamis, mulai dari persaingan ketat, model bisnis yang harus bergerak cepat, hingga navigasi regulasi yang belum matang.
Alasan Utama In-house Counsel Menggandeng Kantor Hukum Eksternal
Kendati memiliki perangkat keahlian hukum yang diperlukan, sering kali in-house counsel perlu bekerja sama dengan kantor hukum eksternal untuk menangani situasi-situasi yang lebih kompleks. Managing Partner IGNOS Law Alliance, Ivor Pasaribu mengungkapkan bahwa dari berbagai macam alasan, terdapat tiga alasan utama di balik kolaborasi ini.
Pertama, subject-matter expertise. Lawyer eksternal dengan keahlian mendalam dan spesifik pada area tertentu dibutuhkan dalam praktik nonlitigasi. Keahlian mendalam pada konteks ini, tak terbatas pada pemahaman regulasi yang relevan; tetapi juga pengetahuan mendalam tentang best business practices yang relevan. Kualitas ini menguntungkan, sebab muatan solusi yang dihasilkan, nantinya dapat memenuhi aspek legal, membantu in-house counsel mengelola risiko secara efektif, sekaligus mendukung strategi bisnis klien secara optimal.
Kedua, objective and independent legal assessment. In-house counsel dapat saja terjebak dalam dinamika internal perusahaan yang kompleks, sehingga kehilangan perspektif objektif dalam mengambil keputusan hukum strategis. Pada situasi ini, lawyer eksternal berperan penting dengan memberikan pandangan yang lebih netral, karena mereka bebas dari bias internal.
”Perspektif objektif dan independen ini sangat penting, terutama dalam pengambilan keputusan strategis, seperti mempertimbangkan ketentuan komersial yang tepat dalam suatu transaksi, mengevaluasi risiko hukum yang terkait dengan restrukturisasi perusahaan, atau menilai implikasi hukum ketika perusahaan berencana memasuki sektor bisnis baru. Selain itu, penilaian hukum yang objektif juga dapat memberikan kepercayaan lebih kepada pemangku kepentingan eksternal, termasuk investor dan regulator,” kata Ivor.
Ketiga, scalability in legal operations. Tidak dapat dimungkiri, selalu ada situasi di mana perusahaan menghadapi lonjakan beban kerja, baik karena transaksi besar, proyek strategis, maupun tantangan hukum yang kompleks dan mendesak. Kehadiran kantor hukum eksternal menjadi solusi praktis dan efesien yang memungkinkan perusahaan dapat mengelola kebutuhan hukumnya secara optimal. Di satu sisi, perusahaan hanya perlu membayar berdasarkan kebutuhan spesifik. Sedangkan di sisi lain, perusahaan juga memperoleh akses ke tim lengkap dari kantor hukum eksternal dengan berbagai spesialisasi dan pengalaman yang mendalam. Pendekatan ini tidak hanya melengkapi peran in-house counsel dalam kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membantu mengatasi lonjakan beban kerja yang sifatnya mendesak, tanpa menambah beban struktur organisasi secara permanen. Sehingga, perusahaan pun dapat lebih fleksibel merespons situasi dinamis dengan menghindari pembengkakan biaya operasional.
Hubungan Sinergis antara In-House Counsel dengan Kantor Hukum Eksternal
Terkait kemitraan dengan in-house counsel, Ivor Pasaribu menyampaikan bahwa sudah seharusnya kantor hukum eksternal menjadi 'mitra strategis’ perusahaan. Sebagai mitra, kantor hukum eksternal tidak hanya harus matang dalam pengetahuan hukum, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap praktik industri klien. Sinergi yang kuat antara in-house counsel dan kantor hukum eksternal sangat penting, mengingat keduanya menangani spektrum tugas yang saling melengkapi. Alih-alih bersifat kompetitif, kolaborasi yang baik menuntut adanya komitmen terhadap hasil dan tujuan yang sama. Jadi, kedua pihak bekerja sama untuk mengelola risiko hukum, menjaga kepatuhan regulasi, dan mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.
In-house counsel, sebagai bagian dari tim internal perusahaan, memiliki keunggulan dalam memahami konteks bisnis, budaya organisasi, dan proses operasional secara mendalam. Mereka sering menjadi penghubung utama antara kantor hukum eksternal dan berbagai departemen internal, memastikan bahwa kebutuhan hukum sejalan dengan strategi bisnis perusahaan. Selain itu, in-house counsel juga berperan dalam menjaga komunikasi internal yang terorganisasi, mempersiapkan dokumen pendukung, dan memastikan bahwa semua keputusan yang diambil sesuai dengan kebijakan perusahaan. Sementara itu, kantor hukum eksternal sering kali diminta untuk menangani aspek-aspek hukum yang lebih teknis atau strategis, seperti penyusunan dokumen hukum yang kompleks, pemberian advis dan alternatif kepada perusahaan, negosiasi dalam transaksi, atau evaluasi risiko hukum.
Untuk memastikan kemitraan yang produktif, perusahaan biasanya mencari kriteria utama dari kantor hukum eksternal, seperti reputasi dan pengalaman, pemahaman mendalam terhadap hukum sektor bisnis klien, efisiensi biaya dalam memberikan layanan, kemampuan komunikasi yang responsif, serta integritas dan etika profesional. Dengan kriteria ini, kantor hukum eksternal dapat memenuhi ekspektasi perusahaan dan menciptakan hubungan kerja yang saling menguntungkan.
Sinergi antara in-house counsel dan kantor hukum eksternal bukan hanya tentang pembagian tugas, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan alur komunikasi yang terbuka. Dengan pemahaman peran yang jelas, in-house counsel dapat fokus pada fungsi internal perusahaan, sementara kantor hukum eksternal memberikan dukungan strategis yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa kebutuhan hukum perusahaan ditangani dengan optimal.
”Setiap memulai proyek, kami selalu menyepakati batasan peran dan tanggung jawab masing-masing pihak, menetapkan prioritas yang jelas, dan menggunakan alat kolaborasi untuk memastikan semua pihak memiliki akses ke informasi yang relevan. Pendekatan ini membantu menghindari duplikasi pekerjaan dan memastikan bahwa upaya kedua pihak tetap saling melengkapi,” Ivor menjelaskan.
Menghadapi Ekspektasi yang Kompleks
Dalam dunia hukum yang kompleks, creative problem-solving dan pemahaman strategis yang mendalam bukan hanya nilai tambah, tetapi juga fondasi menciptakan solusi yang berdampak nyata bagi klien. Pasalnya, merujuk pada pengalaman Ivor, tantangan yang lebih besar bisa saja datang dalam bentuk ekspektasi yang kompleks. Terlebih, ketika ada tuntutan untuk menyelaraskan kebutuhan hukum dengan tujuan bisnis perusahaan yang dinamis. Pada situasi ini, keterbatasan waktu, informasi, dan sumber daya sering kali menjadi kendala. Untuk menghadapinya, pendekatan yang lebih kolaboratif dan proaktif menjadi kunci.
”Kami selalu memastikan komunikasi yang jelas, fleksibilitas yang tinggi, dan solusi yang praktis untuk menjembatani tantangan tersebut. Dengan pendekatan kreatif, proaktif dan responsif, kami membantu klien menjaga hubungan kerja yang harmonis dan menciptakan hasil yang seimbang antara kebutuhan hukum dan bisnis,” ujar Ivor.
Pentingnya pendekatan kreatif dan solusi yang berorientasi hasil lantas dapat terlihat dalam salah satu permasalahan yang pernah ditangani oleh IGNOS sebelumnya. Pada saat itu, terdapat sebuah perusahaan yang berencana memasuki lini bisnis baru bersama calon investor asing. Awalnya, terdapat pandangan bahwa model bisnis yang direncanakan tidak mungkin untuk direalisasikan, karena adanya persyaratan dalam regulasi di Indonesia yang dinilai sebagai hambatan ekspansi bisnis tersebut. Sehingga, perusahaan tersebut mengalami kebuntuan untuk merealisasikan lini bisnis baru tersebut. Kemudian, perusahaan tersebut menggandeng IGNOS untuk mencari solusi atas permasalahan mereka. Alih-alih menganggap hambatan regulasi tersebut sebagai penghalang, tim IGNOS justru melihat tantangan ini sebagai peluang untuk berpikir secara strategis dan kreatif. Usai melakukan kajian mendalam, rupanya model bisnis tersebut dapat diwujudkan melalui modifikasi pendekatan model bisnis yang tetap mematuhi regulasi, sekaligus relevan dengan kebutuhan bisnis klien. Tak hanya berhenti di strategi hukum, IGNOS juga mendampingi klien dalam proses diskusi dengan pihak regulator, untuk memastikan model bisnis yang diajukan tidak hanya sesuai kerangka hukum yang berlaku, tetapi juga memperoleh kepercayaan dari otoritas terkait.
Ivor menjelaskan, ’fostering a genuine alliance with clients’, merupakan salah satu komitmen dalam rangka menciptakan hubungan yang tak sekadar ’typical attorney-client relationship’. Dalam praktiknya, IGNOS menyadari bahwa keadaan jarang sekali bersifat ideal. Kondisi tersebut menuntut fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi dari setiap lawyer eksternal. Mereka memahami, klien sering menghadapi keterbatasan tertentu, baik dari segi waktu, informasi, dokumen, maupun sumber daya. Oleh karena itu, penting bagi IGNOS untuk bekerja dengan pendekatan kreatif, adaptif, fleksibel, dan yang terpenting, empati
"Hal ini berarti bahwa tim kami tidak bersikap kaku atau memaksakan proses yang tidak sesuai dengan realitas yang dihadapi klien," tutur Ivor.
Pengembangan Keahlian sebagai Investasi
Untuk tetap relevan dengan zaman, wajib hukumnya untuk terus mengembangkan keahlian. Hal ini sesuai fokus utama IGNOS Law Alliance. Secara berkala para lawyers dapat mengikuti pelatihan, baik dalam lingkup internal maupun kolaborasi dengan profesional lintas industri. Secara proaktif, para lawyers juga memperdalam pemahaman terhadap industri klien, memantau perkembangan regulasi, dan mempelajari tren yang dapat memengaruhi keputusan bisnis.
Pemanfaatan teknologi juga penting dalam mendukung efisiensi operasional. Beragam fitur seperti project management software, dapat memastikan proses yang cepat dan layanan hukum terkelola dengan baik. Selain itu, tim IGNOS Law Alliance juga selalu siap memastikan klien mendapatkan informasi terkini mengenai perubahan regulasi yang dapat memengaruhi operasional mereka.
”Sebagai bagian dari praktik bisnis berkelanjutan, kami juga memberikan value-added services seperti workshop internal untuk tim klien, dan publikasi berkala mengenai tren hukum terbaru,” Ivor menambahkan.
Sebagai mitra strategis, IGNOS Law Alliance terus berkomitmen untuk memberikan layanan hukum yang inovatif, responsif, dan relevan dengan kebutuhan industri klien. Melalui kombinasi antara keahlian hukum, pemahaman industri, dan pendekatan yang berbasis solusi, IGNOS tetap berkomitmen untuk tetap dapat diandalkan oleh in-house counsel.
Oktober lalu, IGNOS Law Alliance menjadi salah satu dari 89 nama kantor hukum yang direkomendasikan dalam Hukumonline’s Indonesia In-House Counsel Choice 2024. Rekomendasi ini berasal dari riwayat hubungan kerja sama antara tim legal perusahaan dengan kantor hukum (maupun lawyer) selama satu tahun terakhir. Sementara itu, Ivor Pasaribu masuk dalam kategori Most Recommended Lawyer.
Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Hukumonline dengan IGNOS Law Alliance.
















