Dalam sambutannya, Luhut mengatakan bahwa deregulasi pasar komoditas berkembang hampir di seluruh pelosok, termasuk Indonesia, yang menuju pada pasar bebas dan terbuka. Dalam era tersebut, persaingan bertambah ketat dan fluktuasi harga bertambah besar.
Fluktuasi harga yang terjadi di pasar, baik dalam harga komoditas, mata uang, aset, maupun suku bunga akan menimbulkan resiko finansial. Untuk mengatasi resiko tersebut, dunia usaha memerlukan "instrumen lindung nilai" (hedging) yang menggunakan mekanisme pasar. Instrumen yang telah dipakai secara luas terutama di negara-negara maju adalah bursa berjangka komoditas (future market).
Pada 1997 pemerintah telah menerbitkan UU Nomor 32 Tahun 1997 tentang perdagangan berjangka komoditas yang dilanjutkan dengan terbitnya peraturan-peraturan pelaksanaannya berupa Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri, maupun Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (Bappebti).
Bappebti bertugas untuk menjaga integritas bursa, melindungi masyarakat dari perbuatan curang (public protection), serta menjaga kegiatan perdagangan bermanfaat yang bagi ekonomi Indonesia.
Sarana lindung nilai
Menurut Luhut, bursa berjangka harus dapat menyediakan sarana lindung nilai bagi dunia usaha, tempat pembentukan harga yang efektif dan transparan, serta sebagai alternatif investasi bagi para pemilik modal.
Lebih lanjut lagi, Luhut menyatakan bahwa keberhasilan suatu bursa berjangka ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain: likuiditas, pengembangan produk, kecanggihan teknologi, dan integritas pasar. Keempat faktor tersebut hanya bisa terwujud apabila terdapat komitmen para pelaku pasar untuk memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.
Luhut mengimbau kepada pihak pengusaha yang selama ini biasa melakukan lindung nilai di bursa luar negeri agar memanfaatkan fasilitas yang kini tersedia di negara sendiri. "Sebagai otoritas, pemerintah akan senantiasa membantu dengan merumuskan kebijakan-kebijakan yang kondusif dengan mengacu pada mekanisme pasar dan sejauh mungkin menghindari intervensi langsung," demikian janji Luhut.
















