“Kita patut berbangga karena ini in-house academy pertama di Indonesia dan diadakan oleh perusahaan lokal Indonesia yaitu InJourney,” katanya.
Pendidikan ini nantinya akan menyuguhkan program LegPRO dan REFIL. Peserta juga akan mendapatkan sesi khusus mengenai business acumen for in-house lawyers yang akan disampaikan oleh Head of Corporate Strategy & Business Development InJourney.
Peserta juga diwajibkan untuk Lulus pada Assessment program LegPRO dan REFIL tersebut. Pada akhir rangkaian program, jika berhasil menyelesaikan rangkaian program InHola dengan nilai sesuai dengan passing-grade yang ditetapkan, maka peserta tersebut berhak mendapatkan predikat Certified In-House Lawyer dari InJourney.
“Semoga dengan ini seluruh individu legal kami semakin kuat dan bisa membawa perubahan dan transformasi bisnis di InJourney,” ujarnya.
Program InHola ini juga menjadi bagian dari implementasi tema tahun 2025 yang diusung InJourney sebagai The Year of People and Culture.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman mengatakan banyak perusahaan menghadapi masalah hukum. Salah satu penyebabnya boleh jadi karena sejak awal tidak dikelola secara optimal. Walhasil membuka celah pada kontrak yang lemah dan akhirnya menimbulkan sengketa. Karenanya, perusahaan yang sehat secara tata kelola ditandai dengan minimnya permasalahan hukum.
“Kami harus mempersiapkan individu legal kami yang proper dan profesional agar menjalankan perusahaan pun tenang. Dengan anggota yang disiapkan, kami siap menyongsong InJourney dan dunia pariwisata yang lebih baik,” ujar Herdy.
















