Mekari Jurnal sebagai Bagian dari Ekosistem ERP Mekari
Pembaruan tata kelola perusahaan juga butuh sistem tepat, setidaknya yang mampu mencatat dan menelusuri setiap transaksi. Sebagai bagian dari Aplikasi ERP berbasis cloud, Mekari Jurnal dirancang untuk memperkuat integritas proses keuangan dan pengadaan melalui sistem integrasi dan berbasis data. Sistem enterprise resource planning (ERP) dari Mekari ini menggabungkan automasi dengan kontrol akses berbasis peran (role-based access control-RBAC). Ini artinya, setiap pengguna hanya memiliki hak akses sesuai tanggung jawabnya di perusahaan dan semua aktivitas terekam otomatis dalam log audit.
Lebih jauh, RBAC di ERP package Mekari Jurnal memungkinkan pengawasan multilevel berkala. Proses persetujuan pembelian, pembayaran, hingga perubahan data vendor bisa dilakukan secara hierarkis dan transparan. Transaksinya pun, tercatat dalam satu ruang terpusat, sesuai konsep software supply chain management yang menempatkan visibilitas data sebagai instrumen pencegah fraud. Ketika seluruh aktivitas pembelian dan keuangan terdokumentasi dalam satu accounting software yang terintegrasi, peluang manipulasi jadi jauh lebih kecil.
Pendekatan ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan korelasi antara adopsi sistem digital dan menurunnya risiko penyalahgunaan data. Laporan Biaya Pelanggaran Data 2025: Kesenjangan Pengawasan AI yang dirilis IBM, mengungkap adanya penurunan rata-rata biaya pelanggaran data global hingga 9 persen—dari 4,88 juta USD pada 2024 menjadi 4,44 juta USD di 2025. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya kecepatan deteksi dan respons terhadap pelanggaran secara signifikan di perusahaan, berkat adopsi teknologi automasi dan artificial intelligence (AI). Alhasil, penanganan pelanggaran dapat dipersingkat hingga 80 hari lebih cepat dan mengurangi rerata biaya pelanggaran sebesar 1,9 juta USD.
Bagi Wijaya Musik Indonesia, penerapan sistem terintegrasi seperti ini menjadi titik balik. Distributor alat musik ternama yang berdiri sejak 1927 ini sempat punya masalah klasik: ketidakterpaduan data stok, laporan keuangan tidak sinkron, dan proses inventori manual sering berimbas pada perbedaan catatan. Apalagi, perusahaan ini punya empat outlet di Jakarta dan lebih dari seratus dealer di seluruh Indonesia.
“Kami tidak dapat laporan finansial yang komprehensif. Kita tidak tahu perhitungan net profit, gross profit, ataupun COGS.” Kata Owner Wijaya Musik Indonesia, Ravinjay.
Setelah beralih ke paket Enterprise dari Mekari Jurnal — yang sekaligus berfungsi sebagai aplikasi akuntansi dan sistem aplikasi supply chain management—seluruh data stok dan keuangan terhubung secara real-time dan jauh lebih transparan. Kini, Wijaya Musik Indonesia dapat mengawasi ribuan produk di berbagai gudang tanpa harus turun ke lapangan. Laporan penjualan, proses distribusi barang, dan analisis profit juga dapat diakses dalam hitungan detik.
”Kami menggunakan 95% dari fitur Mekari Jurnal. Semua proses jadi online. Sekarang, semenjak pakai Mekari Jurnal, kami bisa online working,” pungkas Ravinjay.
Artikel ini merupakan hasil kerja sama Hukumonline dengan Mekari.
















