Berdasarkan hasil penilaian, Amrie menyebut pihaknya melihat adanya peningkatan signifikan dalam kualitas dan substansi program kepatuhan yang disampaikan oleh peserta. Hal ini, kata dia, merupakan sinyal positif bagi perkembangan budaya kepatuhan di dunia perusahaan Indonesia.
Meskipun demikian, Amrie menekankan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam memperkaya narasi dan data kualitatif, serta menyediakan studi kasus yang nyata untuk memperkuat praktik terbaik dalam bidang Regulatory Compliance di Indonesia. Ia juga menyampaikan harapannya agar acara ini dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik di masa yang akan datang.
“Tentu masih terdapat ruang untuk perbaikan di masa mendatang, khususnya dalam memperkaya narasi dengan data kuantitatif dan studi kasus nyata, yang dapat lebih memperkuat praktik terbaik di bidang regulatory compliance,” katanya.
Sebagai penutup, Amrie kembali mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam Indonesia Regulatory Compliance Awards 2025. Ia mengatakan bahwa Hukumonline senantiasa terbuka terhadap masukan dan saran dari para hadirin semua, agar acara ini dapat terus berkembang menjadi benchmark kepatuhan hukum yang semakin kredibel dan berdaya saing global di masa depan.
“Kami percaya bahwa dengan konsistensi dan kolaborasi dari semua pihak, kita bisa terus membangun budaya kepatuhan yang kokoh, mendukung ketahanan bisnis, dan memperkuat ekosistem bisnis di Indonesia,” tutupnya.
















