Insiden pembakaran kantor Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) langsung direspon oleh Polri dan TNI dengan menggelar investigasi bersama. Tim investigasi gabungan kedua institusi bahkan telah turun ke lapangan untuk mulai melakukan penyelidikan.
“Pada hari ini (Jumat, 8/3) dilakukan langkah-langkah koordinasi lanjutan, baik tim yang dilakukan untuk investigasi bersama, baik unsur kepolisian maupun TNI sudah di lapangan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Boy Rafli Amar, Jumat (8/3).
Dikatakan Boy, tim investigasi sedang menginventarisir barang-barangyang tersisa di Mapolres OKUpasca insiden. Pelayanan masyarakatuntuk sementara, lanjut dia,dialihkan ke Polsek Baturaja Timur.
Boy mengatakan insiden ini telah membuat Polri terpuruk. Namun begitu, menurut Boy, insiden ini juga telah memberikan pelajaran bahwa Polri dan TNI perlu melakukan koordinasi kelembagaan yang lebih baik.“Kita berharap apa yang terjadi kita harapkan terakhir, dan tidak terjadi lagi,” imbuhnya.
Dia mengimbau agarjajaran kepolisian menghormati proses hukum yang sedang berjalan atas kejadian ini. Boy juga mengingatkan agar jajaran kepolisian tidak melakukan tindakan-tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan baru serta waspada terhadap provokasi-provokasi yang dilakukan pihak-pihak tak bertanggung jawab.
Sementara itu, melalui pesan singkat, Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane berpendapat insiden Mapolres OKU harus dijadikan bahan introspeksi bagiPolri.Selain itu, Neta mengatakan kasus penembakan TNI oleh oknum Polres OKU yang diduga menjadi pemicu penyerangan TNI ke Mapolres OKU, harus dituntaskan segara secara transparan.
“Untuk itu Polri harus mau instropeksi dan berbenah diri serta memecat anggotanya yang brengsek,” ujarNeta.
















