Intensitas dan ketegangan babak penyisihan kedua dalam cabang bulu tangkis Pertandingan Persahabatan Antar Konsultan Hukum (PPAKH) XXVI akhirnya berujung klimaks. Setelah ‘duel sengit’ di perempat final, arena Hall C - GOR Soemantri Brodjonegoro (GMSB) Kuningan memastikan empat tim elit yang berhak merebut tiket emas menuju semifinal. Adalah AYMP Atelier of Law, IABF Law Firm, GHP Law Firm, dan HHP Law Firm.
Suara decitan sepatu yang menggesek lantai lapangan, gemuruh sorak-sorai pendukung yang diiringi tabuhan perkusi, seolah menjadi denyut jantung dari GMSB. Meski baru menuntaskan pertandingan yang menguras tenaga sebelumnya, semangat para pemain tak pernah surut. Mereka terus melancarkan serangan demi serangan yang terkalkulasi dengan baik, menunjukkan kompetisi ini bukan hanya adu fisik, tetapi juga kecerdasan taktis.
Kini, fokus telah bergeser dari kemenangan hari ini menuju pertarungan ‘hidup-mati’ berikutnya. Usai memboyong tiket ke semifinal yang akan dilangsungkan Sabtu (6/12/2025) mendatang, keempat tim raksasa hukum ini mulai menyusun strategi dan ‘menu’ latihan dengan sangat serius.
Pemetaan kekuatan lawan, analisis pemain kunci, hingga menjaga konsistensi latihan menjadi langkah krusial. Dalam dunia hukum, persiapan adalah segalanya. Sementara di lapangan bulu tangkis, filosofi itu berlaku dua kali lipat. Terutama saat trofi juara sudah berada di depan mata.
“Pastinya kami akan berlatih lagi. Susunan pemain mungkin akan di-adjust (sesuaikan) berdasarkan kebutuhan. Yang penting (para pemain) tetap fokus dan jaga kesehatan,” ujar pemain bulu tangkis partai Tunggal yang juga merupakan Associate IABF Law Firm, Anugerah Hans Pebrinaldy kepada Hukumonline, Minggu (30/11/2025).
Baca juga:
- 'Duel Sengit' 16 Firma Hukum Berebut Tiket Semifinal Bulu Tangkis PPAKH XXVI
- Adu Skill dan Kerja Sama Tim Dipertunjukan dalam Turnamen Futsal Putri PPAKH XXVI
- Bertarung Sengit, 4 Law Firm Lolos ke Semifinal Futsal Putri PPAKH XXVI

Para pendukung masing-masing tim memberikan dukungan di lapangan. Foto: Ferinda
Bagi para pemain IABF Law Firm, kemenangan di babak perempat final dimaknai sebagai buah manis dari kerja keras dan solidnya kerja sama tim. Meski diakui intensitas latihan baru digenjot sebulan terakhir, konsistensi tim bulu tangkis ini patut diacungi jempol. Setidaknya mereka berhasil menyempatkan diri berlatih bersama, mencuri waktu di sela-sela padatnya jadwal menangani kasus-kasus hukum.
















